Home Features Lentik Jemari di Balik Meja Posko, Panggilan Hati Dalam Secangkir Kopi

Lentik Jemari di Balik Meja Posko, Panggilan Hati Dalam Secangkir Kopi

0
15
Ibu-ibu yang menjadi tenaga administrasi di Posko Bencana Manggarai Barat. (Foto : Gonsalez)
Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Di tengah hiruk-pikuk tanggap darurat gempa bumi bermagnitudo 7,7 SR yang melanda Flores, serta deru truk logistik yang keluar-masuk halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, ada pemandangan yang mungkin luput dari sorotan kamera. Mereka adalah srikandi yang tak hanya mencatat arus keluar-masuk barang bantuan, tapi juga menyediakan cangkir untuk yang lehernya merindukan kopi.

Di balik meja-meja posko, sederet ibu-ibu administrator dengan setia menjalankan tugas administratif yang tak kalah penting. Mereka adalah Shinta Barut, Imelda, Ermi, Rofina Hima, dan Bernadete Hendrisana Nala.

Ibu-ibu administrator di Posko Bencana Manggarai Barat. (Foto : Gonsalez)

Merekalah garda terdepan yang tak terlihat. Sejak pagi buta hingga larut malam, jari-jari mereka sibuk menari di atas keyboard. Shinta dan Rofina fokus mendata ribuan pengungsi serta merekapitulasi kerusakan bangunan, sementara Imelda, Ermi, dan Bernadete sibuk mengurus surat-menyurat darurat, mencatat setiap arus bantuan yang masuk, serta memastikan seluruh dokumen logistik tercatat dengan rapi. Di sela-sela kesibukan itu, dengan sigap mereka bergiliran menyiapkan kopi panas dan makanan ringan bagi para petugas yang kelelahan di lapangan.

Salah seorang di antaranya, Shinta Barut, mengaku bahwa ini adalah panggilan hati. “Kami mungkin tidak turun ke lapangan mengevakuasi korban, tapi ini adalah medan perang kami. Memastikan semua data akurat dan semua petugas kenyang adalah bentuk dukungan kami,” ujarnya sambil tersenyum di sela-sela menyusun laporan.

Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat, Oktavianus Andi Bona yang akrab disapa Ovan, mengakui peran vital mereka. Di sela-sela kesibukannya memantau posko bencana di halaman Kantor BPBD, ia menyampaikan bahwa tanpa kegigihan Shinta, Imelda, Ermi, Rofina, dan Bernadete, koordinasi bantuan yang terus mengalir dari berbagai daerah, termasuk dari Presiden RI dan Provinsi NTB, tidak akan berjalan mulus.

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 ini telah menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah di daratan Flores, termasuk di Manggarai Barat. Data sementara BPBD mencatat ribuan rumah rusak dan ratusan warga mengungsi. Di tengah situasi darurat yang mencekam ini, kehadiran para ibu-ibu administrator menjadi oase penyejuk. Kesetiaan mereka menyediakan kopi dan makanan bagi para petugas yang bertugas 24 jam adalah bentuk kasih sayang yang menjaga semangat kemanusiaan tetap menyala.

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa di balik meja posko. Shinta, Imelda, Ermi, Rofina, dan Bernadete H. Nala telah membuktikan bahwa di balik setiap tanggap darurat yang sukses, selalu ada tangan-tangan perempuan tangguh yang tak kenal lelah menenun asa di tengah duka bencana. Terima kasih untukmu semua. Segelas kopi menambah semangat pagi.***