Home Berita Terkini Pemkab Mabar Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Jadi Menu Utama Program MBG

Pemkab Mabar Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Jadi Menu Utama Program MBG

0
4
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Salvador Pinto, saat memberikan sambutan. (Foto : Ferdy Jemaun)
Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, mendorong Badan Gizi Nasional agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat lokal di Manggarai Barat dapat memanfaatkan pangan lokal sebagai menu utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dorongan pemerintah ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Manggarai Barat, Salvador Pinto, mewakili Bupati Manggarai Barat, dalam sambutannya pada kegiatan Peresmian SPPG Provinsi Wilayah Timur Indonesia, yang berlangsung di Pulau Mesa, Desa Pasir Putih, Jum’at (02/09/2029) pagi.

Sumber utama pangan lokal. (Foto : Ist.)

“Pemerintah tentu sangat berharap agar pangan lokal mendapat ruang yang lebih besar dalam menu program MBG,” jelas Asisten Pinto.

Ia memberi penegasan bahwa untuk daerah kepulaun, mayoritas masyarakatnya adalah nelayan, dengan ikan sebagai sumber ekonomi, sumber penghasilan utama.

“Manggarai Barat ini kaya akan ikan, bahkan menjadi sumber produksi ikan yang kualitasnya bertaraf internasional, hingga diekspor ke luar negeri,” ujar Asisten Pinto seraya menyebut Ikan Tuna sebagai salah satu contohnya.

Tidak hanya  Ikan di daerah kepulauan, Asisten Pinto juga mendorong BGN untuk dapat memanfaatkan pangan lokal lainya di daera-daerah yang menjadi sentra penghasil pertanian dan peternakan.

“Dengan dimafaatkanya pangan lokal, ekonomi para nelayan, para petani dan para peternak bisa ikut tumbuh bersama dengan program MBG ini,” jelasnya.

Dorongan lain yang disampaikan Asisten Pinto pada kesempatan itu adalah pentingnya menjaga kualitas MBG, dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Rumah Potog Hewan, atau dengan Dinas Kesehatan.

“Apa tujuannya? Untuk kita sama-sama menjaga kualitas dari MBG itu, sehingga harapan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat terwujud dengan baik,” jelasnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin. Dalam sambutanya pada kegiatan itu, Benediktus memberi penegasan agar program MBG ini dapat mempertimbangkan kearifan lokal, dengan memberi porsi yang lebih besar untuk pangan lokal. Sebab pemanfaatan pangan lokal, tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan, tetapi juga pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Benediktus juga memberi peringatan tegas agar kualitas makanan pada program MBG ini harus dijaga dengan baik. Sebab makanan MBG yang abaikan kualitas itu berdampak pada keracunan.

“Di daerah saya, banyak orang tua siswa itu trauma. Mereka tidak mau anaknya makan MBG, karena pernah keracunan,” terangnya.

Karena itu, Ketua DPRD Benediktus memberi saran agar Program MBG ini sistemnya harus berjalan baik, sehingga generasi emas pada tahun 2045 dapat terwujud dengan baik.

Merespon dorongan pemanfaatan pangan lokal ini, Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional, Lili Khamiliyah, dalam sambutanya pada kegiatan itu memberi penegasan kepada SPPG di wilayah Kabupaten Manggarai Barat agar dorongan ini dapat diwujudkan dengan baik. “Utamakan pangan lokal, seperti Ikan sebagai menu utama,” jelasnya.

Lili juga memberi penegasan agar kualitas makanan harus benar-benar dijaga dengan mengutamakan kesehatan.

“Semua SPPG utamakan kebersihan. Yang kita layani ini adalah anak kita sendiri. Jaga mutu makanan, agar hasilnya benar-benar berkualitas,” tegasnya.***