Home Berita Terkini Dukung Pemkab Mabar, Beny Nurdin Dorong SPPG 3T Berpihak Pada Kearifan Lokal

Dukung Pemkab Mabar, Beny Nurdin Dorong SPPG 3T Berpihak Pada Kearifan Lokal

0
1
Ketua DPRD Manggarai Barat, Beny NUrdin saat memberikan sambutan. (Foto : Gonsalez)
Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Peluncuran Sentra Pemenuhan Pangan Gizi (SPPG) wilayah 3T di Pulau Mesah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, tidak hanya menjadi momentum pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga harus memiliki dampak berganda (multiple impact) bagi perekonomian lokal.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, dalam sambutan pada kegiatan peluncuran SPPPG 3T di Pulau Mesah , Desa Pasir Putih, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, hari ini kamis (02/10/2026).

Ketua DPRD Mabar bersama Sekretrais Utama BGN, saat meninjau dapur MBG di Pulau Mesah. (Foto : Gonsalez)

Benediktus mendorong agar penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Mesah berpihak pada kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan karakteristik masyarakat Pulau Mesah yang merupakan penghasil ikan, sehingga menu yang disajikan diharapkan memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat.

“Penyajian MBG di Pulau Mesah harus berpihak pada kearifan lokal,” tegas Benediktus Nurdin dalam sambutannya.

Ia juga  menekankan bahwa kehadiran SPPG Mesah tidak hanya berdampak pada upaya mencerdaskan anak bangsa melalui pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki multiple impact atau dampak berganda, terutama dalam mendongkrak perekonomian lokal.

“Dengan adanya SPPG ini, tidak hanya anak-anak kita yang mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga perekonomian masyarakat lokal akan terdorong,” ujarnya.

Pernyataan Benediktus Nurdin ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Manggarai Barat, Salvador Pinto, yang mewakili Bupati Manggarai Barat. Pinto secara khusus berpesan agar menu yang disajikan di SPPG Pulau Mesah mengutamakan ikan sebagai sumber protein utama, mengingat wilayah ini merupakan penghasil ikan.

“Utamakanlah menu yang disajikan adalah menu ikan, yang tentunya itu juga protein yang sangat tinggi. Tinggal bagaimana cara pengolahannya agar menjadi lebih baik,” pesan Pinto.

Lebih lanjut, Pinto juga meminta agar komunikasi dan koordinasi terus dilakukan dengan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, dan Dinas Ketahanan Pangan, untuk menghasilkan produk gizi yang seimbang dan memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional, Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si., menegaskan bahwa peluncuran SPPG 3T di Pulau Mesah ini merupakan bagian dari peluncuran serentak di 17 provinsi di Indonesia. Pulau-pulau kecil, menurutnya, menjadi prioritas utama Badan Gizi Nasional.

“Anak Indonesia di kota besar tentunya berbeda dengan di pulau kecil. Dan pulau kecil ini menjadi prioritas utama khususnya di Badan Gizi Nasional,” tegas Lili.

Adapun penerima manfaat SPPG di Pulau Mesah meliputi 270 siswa SD Negeri Pulau Mesah, 59 siswa SMP Negeri 1 Atap Pulau Mesah, dan 14 anak dari Kelompok Bermain Anemon Jaya, dengan total 343 penerima manfaat. Ditambah dengan penerima manfaat 3B (Balita, Bumil, dan Busui) sebanyak 217 orang, total mencapai hampir 600 jiwa atau sekitar 35 persen dari total populasi yang akan menerima program prioritas pemerintah ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Gizi Nasional atas dukungan yang diberikan, serta kepada seluruh jajaran Forkopimda, DPRD, dinas-dinas terkait, camat, dan para kepala desa yang telah mendampingi dan berkontribusi dalam persiapan kegiatan ini.

Pinto juga berpesan kepada seluruh tim SPPG agar menjaga amanah dengan sebaik-baiknya, mengutamakan kebersihan, mutu, ketepatan waktu, dan keamanan pangan.

“Jadikanlah bahwa kita melayani ini benar-benar seolah-olah melayani anak kita sendiri, sehingga berikanlah kualitas yang terbaik,” tutupnya***