Batu Cermin- Infomabar , 2 Menyikapi tingginya prevalensi penyakit kecacingan di Indonesia, UPTD Puskesmas Batu Cermin meluncurkan inovasi Gerakan Bebas Cacing Melalui Pengawasan Minum Obat (GAS CINTA). Program ini dirancang untuk meningkatkan cakupan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan sekaligus mendukung upaya penurunan stunting di wilayah kerjanya.
Inovasi GAS CINTA berlandaskan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Permenkes RI No. 1116/2003 tentang Surveilans Epidemiologi Kesehatan, Permenkes No. 15/2017 tentang Penanggulangan Cacingan di Indonesia, SK Menkes No. 424/2016 tentang Pedoman Pengendalian Kecacingan. Permasalahan yang diatasi tingkat global (Makro) WHO (2017) mencatat 2 miliar orang di daerah tropis/subtropis terinfeksi cacing akibat sanitasi buruk. Di Asia Tenggara 42% populasi berisiko kecacingan (WHO, 2009). Infeksi cacing menyebabkan malnutrisi, gangguan kognitif, dan stunting. Tingkat lokal (Mikro) Target POPM Kecacingan di Posyandu Batu Cermin (75%) belum tercapai perposyandu, meski secara agregat terpenuhi. Penyebab kurangnya kesadaran orang tua tentang pentingnya obat cacing, Persepsi bahwa Posyandu hanya untuk balita (0-24 bulan), minimnya keterlibatan lintas sektor dalam program Posyandu. Isu Strategis kecacingan masih menjadi ancaman serius bagi anak usia sekolah, dengan dampak Anemia dan gangguan pertumbuhan, penurunan prestasi belajar dan produktivitas.
Metode Pembaruan sebelum Inovasi pembagian obat cacing 2x setahun (April & Oktober) di sekolah/PAUD/SD. Setelah Inovasi GAS CINTA pertahankan distribusi obat di sekolah/PAUD/SD, Grup WhatsApp tiap Posyandu untuk edukasi orang tua tentang bahaya kecacingan, pengingat jadwal minum obat, buku register khusus di tiap Posyandu untuk memantau cakupan POPM secara akurat. Keunggulan Inovasi meningkatkan partisipasi orang tua melalui pendekatan digital, memudahkan pemantauan dengan data terpusat perposyandu, memperkuat kolaborasi lintas sektor (kader, sekolah, orang tua).
Tahapan Implementasi yakni sosialisasi via Grup WA Posyandu, distribusi obat berbasis data register, evaluasi bulanan untuk memastikan target tercapai. “Dengan GAS CINTA, kami optimis target 75% POPM Kecacingan bisa terpenuhi di semua Posyandu sekaligus mendorong kesadaran masyarakat,” tegas Kepala Puskesmas Batu Cermin, Vicensensius Paul, S. Kep. |





