Penulis : Gonsalez Editor: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, media, pelaku usaha, komunitas, serta pemangku kepentingan pariwisata menjelang penyelenggaraan Festival Golo Koe (FGK) 2026, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyelenggarakan kegiatan DISKORIA (Diskusi dan Kolaborasi Bersama Media) x Bincang Kepariwisataan.
Sebagaimana disaksikan media ini, kegiatan bertajuk forum “Diskusi dan Kolaborasi Bersama Media(Diskoria) dan Bincang Kepariwisataan” itu dilaksanakan di meeting room Lt.1 kantor BPOLBF di Labuan Bajo, Selasa (21/07/2025).

Forum diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, hingga media untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi bagi kesiapan destinasi.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, dalam sambutannya menekankan bahwa pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas harus berkolaborasi kepada semua pemangku kepentingan.
“Dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, sangat penting dalam membangun narasi positif sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai potensi dan agenda pariwisata di Labuan Bajo,” ujarnya.
Forum ini diharapkan mampu mewujudkan sinergi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan Festival Golo Koe 2026, mulai dari promosi, pengembangan produk wisata, tata kelola destinasi, hingga peningkatan keamanan dan kualitas layanan.
RD. Erik Ratu, Ketua Seksi Promosi dan Dokumentasi Festival Golo Koe 2026, yang dihadirkan sebagai salah satu Nara Sumber pada kegiatan itu menjelaskan bahwa Festival Golo Koe 2026 mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan” dengan tagline “Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi”.
Sebagai bagian dari rangkaian festival, kata RD. Erik Ratu, Prosesi Agung Maria Assumpta Nusantara telah dibuka pada 10 Juli 2026, dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai paroki dalam wilayah Keuskupan Labuan Bajo.
Puncak festival akan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di kawasan Waterfront City Marina dan Bukit Golo Koe, dengan agenda pameran UMKM, karnaval budaya, pertunjukan Caci, Prosesi Akbar, hingga Ekaristi Akbar, ujar Romo Erik
Kegiatan tersebut juga membahas Keamanan dan Kepercayaan Wisatawan terhadap DSP Labuan Bajo.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat Petrus Antonius Rasyd memaparkan bahwa Pemerintah Daerah kabupaten Manggarai Barat melalui perangkat daerah yang dipimpinya berupaya untuk melakukan penguatan tata kelola melalui penyediaan sistem informasi berbasis Digital, yakni aplikasi Gendang Mabar.
Secara rinci Rasyd menjelaskan beberapa fungsi dari aplikasi Gendang Mabar ini sebagai gerbang digital seperti mempromosikan destinasi wisata alternatif di luar Taman Nasional Komodo, menginformasikan data Travel Agency (TA) dan Tour Operator (TO) yang resmi di kabupaten Manggarai Barat dan juga sebagai Pusat Informasi dan Sinergi, menghubungkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata, termasuk pemerintah dan asosiasi pariwisata local.
Rasyd menambahkan saat ini Pemkab Mabar melalui Dinas Pariwisata tengah membangun kerja sama dengan Taman Nasional komodo untuk mengintegrasikan aplikasi Gendang Mabar dan Si Ora milik Taman Nasional Komodo agar semua informasi kepariwisataan di kabupaten Manggarai Barat terintegrasi.
Melalui kolaborasi ini, BPOLBF optimis Labuan Bajo mampu menyajikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan, serta memperkuat citra sebagai destinasi kelas dunia yang kaya akan alam, budaya, dan spiritualitas.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah perwakilan dari hotel, perwakilan praktisi media lokal dan nasional, serta utusan pemerintah dari sejumlah perangkat daerah.***



