
Penulis : Mathildis Editor : Ferdy Jemaun Foto-foto : Rafika
Labuan Bajo, InfoMabar: Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tingkat Regional IV Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) yang berlangsung di Labuan Bajo, fokus membahas berbagai tantangan pelayanan darah di tanah air, sekaligus menyusun langkah transformasi layanan transfusi darah yang lebih modern, terintegrasi, dan bermutu.
Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah PMI Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, yang menjadi salah satu pemateri dalam Rakernis itu menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan utama dalam pelayanan darah.

“Kita masih banyak menghadap banyak tantangan dalam pelayana darah. Tantangan tersebut meliputi kesenjangan antara pasokan darah dan kebutuhan masyarakat, variasi kapasitas layanan UDD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, belum terintegrasinya sistem informasi secara nasional, serta penerapan budaya mutu dan sistem manajemen mutu yang belum optimal di seluruh UDD PMI,” jelas dr. Linda dalam materinya pada kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Rabu (15/07/2026)
Menurut dr. Linda Lukitari Waseso, transformasi pelayanan darah harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Pelayanan darah harus terus bertransformasi melalui penguatan mutu, modernisasi layanan, dan integrasi sistem informasi agar masyarakat memperoleh pelayanan transfusi darah yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga memaparkan perkembangan pengelolaan plasma darah nasional. Hingga saat ini telah terkumpul 36.393 liter plasma yang berasal dari 147.668 kantong plasma (FFP dan FP24). Pengelolaan plasma tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan kemandirian Indonesia dalam penyediaan produk berbasis plasma.
Selain itu, dr. Linda memaparkan Arah Kebijakan Nasional PMI 2024–2029 yang berfokus pada penguatan mutu jejaring layanan darah sebagai pilar strategis, modernisasi melalui transformasi digital dan pengembangan laboratorium, peningkatan kualitas layanan nasional, serta penguatan sistem pelayanan darah untuk mendukung ketahanan kesehatan Indonesia.
Rakernis yang diikuti para kepala UDD PMI dari Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur ini menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, serta penyusunan rekomendasi guna meningkatkan mutu pelayanan donor darah di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antar-UDD PMI, sehingga pelayanan transfusi darah dapat semakin berkualitas, merata, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.***


