Penulis : Sabinus Abel Editor : Hans
Labuan Bajo : Infomabar- Pemkab Manggarai Barat, terus berupaya untuk menangani masalah stunting. Salah satunya adalah dengan menggandeng Tim dari Unair (Universitas Airlangga) Surabaya. Tim ini melakukan analisis untuk kemudian bersama-sama mencari akar soal.
Sumarmi, selaku Ketua Tim dari Unair Surabaya mengakui bahwa penyebab stunting itu sangatlah kompleks, karena bukan hanya masalah kekurangan asupan makanan, tetapi juga tingginya prevalensi penyakit infeksi termasuk TB paru yang cenderung meningkat dalam 5 tahun terakhir turut berkontribusi, serta berbagai faktor yang tidak secara langsung mempengaruhinya.
Dikatakannya, masalah stunting pada balita hingga saat ini masih menjadi prioritas nasional, hal ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)serta Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) kementerian kesehatan RI.

Dengan melihat capaian penanganan stunting di kabupaten manggarai barat, Sumarmi mengatakan bahwa diperlukan strategi yang tepat dengan intervensi dua arah yaitu dengan aksi pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kinerja program konvergensi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, ” ujarnya saat Workshop Lintas Sektor yang berlangsung di ruang rapat Bupati Manggarai Barat Kamis ( 12/2/2026) sore.
Menurut Sumarmi pihaknya akan bermitra dengan pemerintah daerah untuk secara bersama sama berkomitmen agar masalah prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Barat semakin menurun. Oleh karena itu, pihak perguruan tinggi ingin berkontribusi kepada daerah berupa keahlian yang dimiliki.
“Kami dari perguruan tinggi prinsipnya ingin menyumbangkan dharma bakti kami untuk daerah dan apa yang perlu kita perbaiki bersama dari program-program yang telah dilakukan pemerintah khususnya angka prevalensi stunting di NTT yang masih sangat tinggi. Pihak perguruan tinggi memiliki hasil-hasil pemikiran yang baik untuk memberikan sumbangsih ke daerah, ” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, upaya penurunan Stunting ini menjadi target kinerja pimpinan daerah dalam hal ini Bupati sehingga membutuhkan kerjasama dari semua pihak.
“Tidak bisa hanya dibagian kesehatan saja, Pekerjaan menurunkan stunting banyak jalurnya dengan cara mengubah pemahaman dalam masyarakat mengenai stunting salah satunya melalui Gereja, Mesjid untuk mengedukasi masyarakat. Pendekatan sensitif juga harus terlibat semua OPD. ” ungkapnya .
Dia berharap agar kehadiran perguruan tinggi melalui keahliannya dalam upaya penurunan stunting dapat diterima dan bermanfaat untuk pemerintah daerah. “Sinergi dan konvergensi kebijakan antara Tim Percepatan Penurunan Stunting di pusat dan daerah terus diperkuat untuk mencapai target tersebut.” katanya.
Sementara itu , Wakil Bupati Yulianus Weng mengatakan , penanganan stunting tidak semata mata tugasnya orang kesehatan akan tetapi butuh keterlibatan dari semua pihak baik pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan tumbuh kembang optimal anak dan mencegah gangguan fisik maupun kognitif.
“Sering kita dengar stunting itu urusan orang kesehatan. Padahal, ini seharusnya menjadi perhatian dan kesadaran semua pihak. Air minum yang bersih, Makanan bergizi serta lingkungan yang sehat itu menjadi penunjang utama. ” jelasnya.
Ia pun berharap agar semua pihak menaruh perhatian yang serius untuk menangani stunting. Selain itu ia juga berharap agar tim dari Universitas Airlangga dapat memberikan hal yang positif kepada Pemda Manggarai Barat dalam rangka program percepatan penurunan stunting
Workshop tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari OPD, Tim Penggerak PKK Serta sejumlah tokoh agama.***


