Penulis : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar hasil pendataan rumah rusak sebagai dampak gempa bumi Flores di wilayah Manggarai Barat harus benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai data yang asal jadi akan menjadi bencana baru, terutama bagi pemerintah.
Penegasan itu disampaikan Bupati Edistasius Endi saat memimpin Rapat Analisis dan Evaluasi Penanganan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Manggarai Barat, yang berlangsung di Ruang Rapat MBG Lantai 2 Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat (04/09/2026).

Bupati Edi mengakui terdapat perbedaan angka yang cukup signifikan antara data yang sebelumnya direkap melalui sistem pendataan dengan kondisi yang ditemukan langsung di lapangan.
Menurutnya, selisih paling mencolok terdapat pada data rumah yang masuk kategori rusak sedang. Setelah dilakukan verifikasi lapangan, jumlahnya ternyata berbeda jauh dengan data hasil rekapan sebelumnya.
“Data yang paling jauh selisihnya adalah terkait jumlah rumah yang dalam kondisi rusak sedang. Setelah dilakukan verifikasi lapangan, jumlah perbedaanya jauh sekali,” kata Bupati Edi.
Ia menilai persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena data menjadi dasar penting pemerintah dalam menentukan kebijakan dan penanganan masyarakat terdampak bencana.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah menerjunkan tenaga lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap kondisi masyarakat dan rumah yang terdampak gempa. Tenaga yang dilibatkan antara lain Penyuluh Keluarga Berencana dan Penyuluh Pertanian.
Baca : Kuasai Data Lapangan, Penyuluh KB dan Pertanian Jadi Tim Verifikasi Bencana di Manggarai Barat
Para petugas tersebut dipilih karena dinilai memiliki penguasaan terhadap kondisi di lini lapangan serta terbiasa melakukan pendataan secara by name by address menggunakan aplikasi berbasis Android.
Hasil verifikasi tersebut kemudian dibandingkan dengan data yang telah direkap dan diinput melalui Aplikasi Posko Bencana.
Namun, adanya gap atau kesenjangan data yang cukup besar membuat pemerintah daerah membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan sinkronisasi.
Bupati Edi menegaskan, proses sinkronisasi tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah harus memastikan setiap data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Karena terjadi gap yang sangat jauh itu, kita butuh waktu ekstra untuk mensinkronkan kembali data hasil rekapan yang diinput di Aplikasi Posko Bencana dengan hasil verifikasi lapangan,” jelasnya.
Dari hasil evaluasi sementara, Kecamatan Ndoso menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Bupati Edi menyebut ketidaksesuaian data paling banyak ditemukan di wilayah tersebut.
“Pendataan paling semrawut itu di Kecamatan Ndoso,” tegasnya.
Karena itu, Bupati Edi meminta agar proses pendataan di Kecamatan Ndoso dilakukan kembali secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur. “Pendataan di Kecamatan Ndoso itu harus dikeroyok,” ujarnya.
Bupati Edi menekankan bahwa pembenahan data bukan sekadar persoalan administrasi. Data yang akurat merupakan fondasi dalam memastikan bantuan dan kebijakan penanganan bencana benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kesalahan data, kata dia, berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi pemerintah, terutama ketika data tersebut menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan penyaluran bantuan.
Karena itu, seluruh jajaran diminta bekerja lebih teliti, melakukan pengecekan silang, serta memastikan data hasil pendataan benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat terdampak di lapangan.
“Jangan sampai bencana ini kemudian melahirkan bencana baru bagi pemerintah,” pesan Bupati Edi.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, Penjabat Sekda Manggarai Barat, Pius Baut, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Melalui evaluasi dan pendataan ulang tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berupaya membangun satu basis data yang lebih valid sebagai pijakan dalam penanganan dan pemulihan pascabencana gempa bumi di wilayah tersebut.***



