Home Berita Terkini Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Edi : Tanpa Satu Data, Perencanaan Bisa...

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Edi : Tanpa Satu Data, Perencanaan Bisa Salah Arah

0
69
Bupati Edi (membelakangi kamera) saat mengenakan rompi pada petugas data sebagai simbol pencanangan. (Foto : Ist.)
Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Tanpa satu data, setiap instansi bisa saja berjalan dengan angka masing-masing. Akibatnya, kebijakan bisa meleset, perencanaan bisa salah arah, dan pembangunan bisa tidak tepat sasaran.

Penegasan itu disampaikan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kab. Manggarai Barat, Pius Baut, pada kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Manggarai Barat, di Aula Hotel Green Prundi, Kamis (11/06/2026).

Bupati Edi (ketiga dari kiri) pada kegiatan Pencanangan Sensus 2026 di Hotel Green Prundi. (Foto : Ist.)

“Kita harus memiliki satu data yang konsisten, dapat dipertanggungjawabkan, dan menjadi rujukan bersama. Tanpa satu data, kebijakan bisa meleset, perencanaan bisa salah arah dan pembangunan bisa tidak tepat sasaran,” ujar Bupati Edi.

Oleh karena itu, lanjutnya, sinergitas semua pihak dalam mewujudkan Satu Data Manggarai Barat adalah sebuah keharusan. Sebab satu Data Manggarai Barat bukan sekadar kumpulan angka, melainkan cermin wajah pembangunan daerah. Data tersebut menggambarkan berapa banyak sawah yang dimiliki, berapa jumlah produksi padi, berapa tenaga kerja yang terserap, berapa UMKM yang berkembang, hingga bagaimana kondisi ekonomi masyarakat.

Satu Data yang akurat akan membuat perencanaan lebih terukur, kebijakan lebih tepat sasaran, serta anggaran lebih efektif. Sebaliknya, data yang tumpang tindih atau tidak mutakhir hanya akan menimbulkan masalah baru dalam pembangunan.

Momentum pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini, kata Bupati Edi, harus semakin menguatkan kolaborasi dalam mendukung pencapaian Satu Data Manggarai Barat yang lebih akurat dan mutakhir.

Terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, menurut Bupati Edi, itu memiliki peran penting sebagai instrumen penyedia informasi strategis untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan, memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi serta potensi ekonomi masyarakat. Data yang dihasilkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor UMKM, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, dan ekonomi kreatif, lanjut Bupati Edi, membutuhkan dukungan data yang kuat agar setiap program pembangunan dapat disusun sesuai kebutuhan masyarakat dan mampu mengoptimalkan sumber daya daerah secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Bupati Edi mengajak seluruh pelaku usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan objektif.

“Sebab sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan berbagai informasi strategis mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan yang sangat dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Semenatra itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik Manggarai Barat, Imra Atil Husni, mengakui bahwa sebagai daerah yang terus berkembang dengan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi, serta didukung oleh perdagangan, jasa, perikanan, pertanian, dan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah, Manggarai Barat membutuhkan data yang akurat dan mutakhir untuk merencanakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Melalui sensus ini, kita akan memperoleh potret yang lebih jelas mengenai kondisi terkini dunia usaha di Manggarai Barat, tantangan yang dihadapi, serta potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Imra, petugas lapangan SE 2026 di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 309 orang, dan mulai melakukan pendatan pada 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang secara door to door diseluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat.***