Sumber : Release Satgas MBG Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Satgas Program MBG Kabupaten Manggarai Barat merespon dengan sangat positif pemberitaan media terkait para murid di SDI Macang Tanggar yang tidak tersentuh program MBG, padahal letak sekolah itu dekat dengan dapur MBG. Pemberitaan media itu menjadi bahan evaluasi untuk Satgas.
Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi di Kabupaten Manggarai Barat.

“Dalam semangat tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, media memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi, menjembatani aspirasi masyarakat, serta menjadi bagian dari mekanisme umpan balik untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan public,” aku Fransiskus yang dihubungi Senin (03/08/2026) pagi.
Sebelumnya, media lokal di Labuan Bajo merilis berita tentang ironi SDI Macang Tanggar yang letaknya dekat dapur MBG tetapi para siswanya belum pernah terima makan bergizi gratis.
Fransiskus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, ini memberi apresiasi atas pemberitaan itu, sekaligus menegaskan bahwa pemberitaan media itu akan dijadikan sebagai bahan evaluasi program.
“Aspirasi yang berkembang terkait belum terlayaninya SDI Macang Tanggar menjadi perhatian Satgas dan akan menjadi bagian dari proses evaluasi penyelenggaraan Program MBG,” akunya.
Satgas Program MBG Kabupaten Manggarai Barat, lanjutnya, memahami harapan masyarakat agar seluruh peserta didik dapat segera memperoleh manfaat Program Makan Bergizi secara merata sesuai dengan tujuan program.
Diakuinya bahwa berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi yang dilakukan, belum terlayaninya SDI Macang Tanggar disebabkan oleh adanya kendala pada akses distribusi menuju sekolah.

“Kondisi jalan yang mengalami kerusakan mengakibatkan kendaraan operasional belum dapat melintas secara aman sehingga berpotensi memengaruhi ketepatan waktu distribusi serta kualitas dan keamanan makanan yang diterima peserta didik,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi, aspek keamanan pangan, mutu makanan, dan ketepatan waktu distribusi merupakan standar operasional yang harus dipenuhi sehingga menjadi pertimbangan utama dalam penentuan layanan.
Ditegaskan pula bahwa sebagai forum koordinasi lintas sektor, Satgas akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang memengaruhi perluasan cakupan layanan MBG, termasuk hambatan akses distribusi menuju sekolah-sekolah yang belum dapat terlayani. Langkah ini dilakukan agar perluasan layanan dapat dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memenuhi standar penyelenggaraan Program MBG.
Di sisi lain, lanjut Fransiskus, kondisi akses menuju SDI Macang Tanggar juga menjadi masukan penting bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, khususnya dalam perencanaan dan peningkatan infrastruktur jalan. Infrastruktur yang memadai tidak hanya mendukung kelancaran distribusi Program Makan Bergizi, tetapi juga memperkuat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, hasil evaluasi ini akan menjadi bagian dari rekomendasi Satgas kepada perangkat daerah yang berwenang sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan ke depan.
“Satgas Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan, serta memastikan penyelenggaraan Program Makan Bergizi berjalan secara aman, tepat sasaran, dan semakin merata bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Manggarai Barat,” tutupnya.***



