Oleh : Gonsalez dan Gery
Editor : Hans
Labuan Bajo : InfoMabar, – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat NTT dan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Integrasi Sistem Digital Aplikasi Gendang Mabar pada Aplikasi SIORA . Kedua pihak menandatangani PKS ini di ruangan kerja Sekda Fransiskus S . Sodo , Senin (29/07/2026) sore.
Penandatanganan PKS ini disambut sebagai momentum kebangkitan dalam membangun tata kelola konservasi dan manajemen pariwisata yang lebih baik dan terintegrasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, yang di penghujung masa purnatugasnya telah memberikan hadiah luar biasa bagi pembangunan pariwisata daerah melalui perjanjian strategis ini.
“Atas nama pribadi dan sekretaris daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Hendrikus R. Siga yang luar biasa kepada kita semua. Yang mewarisi legacy yang luar biasa bagi kita semua. Buat saya dua hadiah terbesar ini sebagai sebuah momentum kebangkitan dalam membangun tata kelola konservasi, tata kelola manajemen pariwisata yang baik. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih karena di penghujung purna tugas ini Bapak Hendrikus memberikan hadiah yang luar biasa bagi kita semua,” ugkapnya .
Sekda Fransiskus menegaskan, pariwisata Manggarai Barat ( mabar) tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Taman Nasional Komodo. Menurutnya, segala upaya pengembangan pariwisata tanpa sinergi dengan BTNK tidak akan berjalan optimal.
“Buat kami, terus terang, kami tidak bisa bekerja sendiri. Sebagaimana kita ketahui, tumpuan harapan pariwisata Manggarai Barat itu ada di Taman Nasional Komodo. Apapun yang kita lakukan, apapun yang kita buat itu tanpa Taman Nasional Komodo tidak akan bisa. Jadi kewajiban kita memelihara, kewajiban kita menjaga dalam bentuk in delegasi tentang tata kelola, transformasi kelembagaan menjadi bagian yang luar biasa,” tegasnya.
Sekda juga mengingatkan agar momentum ini tidak hilang setelah Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga pensiun. Ia berharap pemerintah daerah dapat terus bergerak cepat dan terukur dalam melanjutkan integrasi yang telah dimulai, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi.
“Kita tidak boleh kehilangan momentum setelah Bapak Hendrikus pensiun. Ini momentum harus kita jaga, bila perlu ditambah lagi. Frame awal sudah disiapkan sebenarnya dan yang luar biasa, di saat PKS ini dibuat transformasi lembaganya juga jalan luar biasa. Saya berharap pemerintah daerah dan kita yang hadir ini juga harus kerja keras, juga harus kerja cepat. PKS ini memberikan kita kekuatan baru untuk bekerja secara terukur. Walaupun sebenarnya langkah-langkah integrasinya secara bersama lewat, catatan kita masih banyak, masih sangat banyak itu dari manajemennya, dari SDM-nya, dari harmonisasi,” ujarnya.
Ia juga menerangkan, PKS ini baru awal dari perjalanan panjang. Regulasi dan instrumen telah dibangun, namun implementasi masih memerlukan kerja keras dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Dan kita melanjutkan ini, menjaga merawat dan membuat ini terwujud. Karena ini baru regulasinya, kita baru bangun instrumennya, belum implementasinya. Engagement stakeholder terkait itu juga berat, tidak mudah. Tapi lewat kerja sama, lewat harmonisasi saling mengingatkan dengan tujuan yang sama. Saya berharap mungkin satu kesempatan setelah ini jalan, ada report yang harus kita lakukan ke Forkopimda bahwa progres ini sudah sampai di sini. Karena terus terang ini saat awal dulu kita presentasi di Forkopimda, awalnya dulu gambaran ini juga harus dikomunikasikan kembali bahwa progresnya sudah sampai ke sini. Arahnya ini, tantangannya masih ini, mungkin bisa membantu. Karena dengan ini bisa menyelesaikan beberapa persoalan mendasar yang ada di lapangan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar keberlanjutan program ini tetap terjaga meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di masa mendatang. “Kita berharap agar pemimpin baru di jajaran BTNK nantinya dapat melanjutkan dan merealisasikan PKS ini, ” harapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga mengatakan, penandatanganan PKS ini memiliki makna tersendiri baginya karena dilakukan di akhir masa pengabdian.
“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini. Yang pertama, saya kira ini menjadi momentum yang luar biasa karena PKS ini ditandatangani di akhir masa tugas saya. Saya tinggal menghitung hari, per tanggal 1 Agustus 2026,” ujarnya.

Terkait dengan PKS yang ditandatangani, Rani Siga menjelaskan dua hal penting yang menjadi dasar kerja sama ini. Pertama, status SIORA yang kini telah menjadi Barang Milik Negara (BMN), sehingga apabila akan digunakan pihak lain harus ada dasar hukum yang kuat. Kedua, per 22 Juli 2026, BTNK resmi menjadi Badan Layanan Umum (BLU), yang membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan keuangan.
“Seperti yang kita ketahui bersama, SIORA ini sekarang sudah menjadi Barang Milik Negara sehingga apabila akan digunakan pihak lain harus ada dasar hukumnya. Dan yang kedua, per 22 Juli 2026 kemarin BTNK sudah menjadi layanan umum, dan semua PNBP akan dikembalikan ke TNK untuk mengefektifkan pengelolaan. Ini salah satu aspek yang bisa didorong oleh pendanaan dari BLU ini untuk pengembangan kapasitas. Siapa tahu dalam perjalanan ada inovasi-inovasi baru yang perlu dikembangkan. Saat ini kami dalam masa transisi menjelang implementasi Badan Layanan Umum. Sudah mulai saat ini Kementerian Keuangan telah menyampaikan apa-apa yang harus diselesaikan,” jelas Rani Siga.
Di akhir sambutannya, Rani Siga resmi berpamitan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang hadir.
“Saya atas nama pribadi mewakili Balai Taman Nasional Komodo menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, mungkin selama ini ada hal-hal yang tidak berkenan dalam kebersamaan Pemda Mabar. Karena saya per 1 Agustus purna tugas, mohon pamit. Mudah-mudahan kita diberikan berkat kesehatan oleh Tuhan,” tutupnya.
Sebagaimana tertuang dalam PKS yang ditandatangani, integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pelayanan wisata terpadu, memperkuat promosi destinasi pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dan Kawasan Taman Nasional Komodo, serta mendukung pengembangan ekosistem digital pariwisata nasional melalui optimalisasi aset negara dan daerah.
SIORA merupakan sistem layanan digital manajemen kunjungan di Taman Nasional Komodo yang menyediakan fitur interpretasi digital mandiri, informasi objek daya tarik wisata alam, reservasi online, e-tiketing, serta pengelolaan kunjungan wisata alam.
Sementara Gendang Mabar (Gerakan Digital Menuju Pariwisata Manggarai Barat yang Berkualitas) adalah platform layanan informasi, promosi, dan pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.
Integrasi kedua sistem digital ini akan dilakukan melalui API (Application Programming Interface) dan mencakup verifikasi data pelaku usaha pariwisata, penyediaan fitur reservasi tiket dan promosi daya tarik wisata yang dikelola pemerintah daerah, serta pertukaran data kunjungan wisata.
Perjanjian kerja sama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan serta hasil evaluasi kedua belah pihak.
Penandatanganan PKS ini menjadi babak baru dalam sinergi antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Balai Taman Nasional Komodo dalam mewujudkan tata kelola pariwisata yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan di kawasan super prioritas Labuan Bajo.
Turut hadir dalam penandatanganan PKS tersebut Kepala Dinas Pariwisata ekonomi kreatif dan Kebudayaan Petrus Antonius Rasyd, Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Paulus Setahu , Sekretaris Dinas Pariwisata Crispinianus Mesima serta para kepala Bidang Dinas Pariwisata dan Tim Kerjasama BTNK.****


