Home Berita Terkini Gelar Diskusi dan Konsultasi Terkait Jasa Lingkungan, Pemkab Mabar Apresiasi Burung Indonesia

Gelar Diskusi dan Konsultasi Terkait Jasa Lingkungan, Pemkab Mabar Apresiasi Burung Indonesia

0
40
Kepala Beppeda Manggarai Barat, saat menyampaikan sambutan pembukaan kegiatan. (Foto : Ferdy Jemaun)
Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, memberi apresiasi yang tinggi kepada LSM Burung Indonesia yang berinisiatif dan memfasilitasi kegiatan Diskusi dan Konsultasi tentang Skenario Kerangka Kerja Inisiatif Jasa Lingkungan. Melalui kegiatan ini diharapkan pemanfaatan sumber daya air dan Karbon Hutan di Mabar dapat terwujud dengan maksimal.

Apresiasi Pemkab Mabar untuk Burung Indonesia, ini disampaikan Kepala Bappeda Manggarai Barat, Yohanes Hani, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan diskusi dimaksud, yang berlangsung di Aula Hotel Silvia, Kamis (17/09/2026) pagi.

Kepala BAPPEDA Mabar, Yohanes Hani (tengah) saat foto bersama Nara Sumber dan Peserta Kegiatan. (Foto : Ferdy Jemaun)

“Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Burung Indonesia beserta tim nara sumber yang telah memfasilitasi kegiatan diskusi ini,” jelas Yohanes.

Yohanes mengakui bahwa perubahan iklim saat ini tidak lagi sekedar wacana akademik atau pembahasan di meja diplomasi. “Dampaknya kini telah nyata, mulai dari anomaly cuaca ekstrem hingga ancaman terhadap sektor pariwisata di Labuan Bajo,” jelasnya.

Atas dasar itu, lanjutnya, Pemkab Manggarai Barat berkomitmen penuh mendukung pencapaian target nasional Updated Natonally Determined Contribution (NDC) serta pencapaian Indonesia’s Foresty and Other Land Use (FoLU) Net Sink 2030.

Ditegaskan Kaban Yohanes bahwa target nasional menetapkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FoLU) harus berkontribusi hampir 60 persen dalam penurunan emisi gas rumah kaca nasional. “Ini adalah tanggung jawab besar yang harus kita jawab dengan aksi nyata di daerah ini,” tegas Yohanes.

Diakuinya pula Kaban Yohanes bahwa hutan, tutupan lahan di luar kawasan hutan, daerah aliran sungai, ekosistem pesisir, dan kekayaan alam yang ada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya menjadi modal pariwisata, tetapi juga menjadi benteng utama dalam menyerap emisi karbon. “Oleh karena itu komitmen FoLU Net Sing 2030 bukanlah hal yang mustahil untuk kita capai bersama,” ungkapnya.

Namun demikian, Kaban Yohanes memberi penegasan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat tidak bisa berjalan sendiri. “Kolaborasi multypihak yang permanen adalah kunci keberlanjutan yang sesungguhnya,” jelasnya.

Menutup sambutanya, Kaban Yohanes mengajak seluruh peserta kegiatan agar kerangka stragtegis yang akan dihasilkan dari kegiatan ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Sebab kerangka kerja ini akan menjadi arah sekaligus kontribusi konkret daerah dalam menjawab tantangan global, sekaligus memastikan bahwa perlindungan alam Manggarai Barat berjalan beriringan dengan skema pemanfaatan yang berkelanjutan, demi membantu pencapaian target NDC nasional.

Hadir sebagai peserta pada kegiatan ini perwakilan dari sejumlah perangkat daerah, seperti dari Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Ketanahan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan sejumlah perangkat daerah lainya.

Sdangkan sebagai nara sumber, hadir 2 orang tenaga ahli kehutanan dari Burung Indonesia, yakni Dr. Dr. Silfi Iriyani S.Hut., M.Si Dr. Erwin Widodo.***