Oleh : Gonzales Editor : Hans
Labuan Bajo : Info Mabar – Pasca gempa Flores, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menjanjikan gebrakan besar untuk Labuan Bajo. Dalam kunjungan kerjanya di Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat (28/08/2026), Menpar mendengar langsung keluhan pelaku usaha dan menegaskan sejumlah langkah strategis yang dinanti para pemangku kepentingan.

Yang menjadi sorotan utama adalah komitmen pengembangan spot-spot wisata baru di luar Pulau Komodo untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan. Saat ini rata-rata wisatawan hanya menghabiskan 2,8 hari di Labuan Bajo.
“Tadi dibahas mengenai pembuatan atau memfokuskan pembangunan daerah-daerah lain di luar Pulau Komodo dan Labuan Bajo, seperti Pulau Kelor dan Goa Rangko. Kami sedang membuat rencana pembangunannya dalam waktu satu tahun sampai lima tahun ke depan dan membuat atraksi-atraksi baru,” ungkap Menteri Widiyanti dalam diskusi tersebut.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menanggapi positif rencana ini dan menekankan bahwa pengembangan spot baru akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya adalah bagaimana lama tinggal wisatawan yang ada di Labuan Bajo dari 2,8 hari menjadi 7 hari. Dengan begitu banyaknya spot wisata yang akan dibangun dan ditata oleh Kementerian Pariwisata, maka besar kemungkinan orang akan lebih lama tinggal di Labuan Bajo,” ujar Bupati Edistasius.
Selain pengembangan destinasi, isu penertiban operator wisata juga menjadi agenda prioritas. Menteri Widiyanti menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan mengenai tata kelola akomodasi dan operator yang tidak tertib.
“Ada beberapa item terkait pengelolaan akomodasi yang perlu dipastikan. Kami akan bergerak. Berbagai masukan yang saya terima hari ini akan kami tindaklanjuti untuk mendukung proses pemulihan dan memperkuat tata kelola,” tegasnya.
Bupati Edistasius menambahkan bahwa penertiban ini penting untuk menjaga citra Labuan Bajo. “Tadi Ibu Menteri sudah berkomitmen bersama jajarannya bagaimana menertibkan tour operator, travel agent, termasuk pemilik usaha yang tidak tertib agar segera diterbitkan tertibnya. Dengan demikian, citra di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT, dan Indonesia ini menjadi sangat baik,” pungkasnya.

Menteri Widiyanti memastikan bahwa aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Komodo telah kembali normal dan berjalan seperti biasa, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Para pelaku industri menyambut baik langkah pemerintah ini dan berharap realisasi segera dilakukan agar Labuan Bajo bangkit lebih kuat pasca bencana.


