Penulis : Gonsalez Budiman Editor : Ferdy Jemaun
Mbeliling, InfoMabar,- Riuh rendah suara lantunan ayat suci mulai menggema di langit Kecamatan Mbeliling. Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-6 tingkat Kecamatan Mbeliling resmi dibuka. Tak sekadar kompetisi olah vokal religius. Di balik deretan panggung yang megah, terselip harapan besar, yakni : keberkahan dan kerukunan yang abadi.
Di bawah langit Desa Liang Ndara yang teduh, suasana di halaman Masjid Nurhazanah Mamis tampak berbeda hari ini, Jumat (27/3/2026). Ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama, tempat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-VI tingkat Kecamatan Mbeliling resmi dibuka.

Namun, di balik semarak lantunan ayat suci yang menggema, ada sebuah pesan mendalam yang dititipkan untuk masa depan generasi muda Manggarai Barat.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Agus Gias, selaku Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Manggarai Barat, hadir dipanggung itu. Tak sekedar hadir, pada momen itu Ia didaulat untuk memberi sambutan pembukaan.
Dalam sambutannya, Agus Gias menekankan bahwa MTQ tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang mengejar piala semata. Menurutnya, ada esensi spiritual yang jauh lebih mendalam di balik setiap bait yang dilantunkan para peserta.
“MTQ adalah sarana pembinaan umat. Ini adalah jalan kita untuk menumbuhkan kecintaan yang tulus terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat tali persaudaraan atau ukhuwah di antara kita semua,” ujar Agus Gias di hadapan para tokoh masyarakat dan peserta.
MTQ ini, Lanjut Agus, tidak hanya dipandang sebagai ajang unjuk kebolehan dalam seni baca Alquran. Esensi dari kegiatan ini adalah membumikan nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif, yakni : Pembangunan Karakter dengan menjadikan Alquran sebagai gaya hidup (way of life). Serta Harmoni Sosial, dengan mempererat silaturahmi antarwarga.
Lebih dari itu, poin krusial yang menjadi sorotan adalah nasib generasi muda. Di era globalisasi yang serba cepat dan tanpa filter, Pemkab Mabar menaruh harapan agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi “benteng” bagi anak muda.
Kehadiran MTQ diharapkan mampu membentuk karakter pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan moral dalam menghadapi arus budaya luar. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, generasi emas di Mbeliling khususnya dan Manggarai Barat umumnya diharapkan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol indahnya toleransi. Agus Gias berharap keberkahan MTQ tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tetapi juga memancar kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan agama.

Kerukunan yang telah lama terjalin di Mbeliling diharapkan semakin erat melalui momen kebersamaan ini. Melalui syiar Al-Qur’an, semangat toleransi terus dipupuk demi menciptakan harmoni yang kokoh di tengah keberagaman.
Pemilihan Desa Liang Ndara sebagai tuan rumah memberikan warna tersendiri. Desa yang dikenal dengan kearifan lokalnya ini menjadi saksi bagaimana nilai religius dan semangat kebangsaan berjalan beriringan.
Agustinus berharap, melalui MTQ ke-VI ini, akan lahir bibit-bibit unggul yang tidak hanya hebat dalam tilawah, tetapi juga cerdas dalam memfilter pengaruh negatif budaya asing.
“Kita ingin pemuda Mbeliling menjadi pemuda yang modern secara intelektual, namun tetap religius secara spiritual. Itulah kunci sukses kita bersaing di masa depan,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Kepada dewan hakim, Agustinus berpesan agar menjalankan tugas dengan profesional, adil, dan objektif. Sementara kepada para peserta, ia berharap agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan MTQ sebagai momentum peningkatan kualitas diri dalam membaca, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Agustinus Gias secara resmi membuka MTQ ke-VI Tingkat Kecamatan Mbeliling Tahun 2026.
Turut hadir pada kegiatan ini Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Saleh Muhidin, Ali Sehidun, Kades Batu Cermin, Marianus Yono Jehanu,  unsur Forkopimcam kecamatan Mbeliling , para kepala desa se-Kecamatan Mbeliling, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan Hakim,  serta para peserta MTQ dan masyarakat setempat.
Sore itu, saat mentari mulai condong ke barat di ufuk Mbeliling, MTQ resmi dimulai. Sebuah langkah kecil dari Masjid Nurhazanah, namun membawa misi besar: membangun benteng iman yang tak tergoyahkan oleh zaman.***


