Kamis, Juni 11, 2026
BerandaBerita TerkiniGandeng Gasing Academy, Pemkab Mabar ‘Bumikan’ Matematika di Bumi Komodo

Gandeng Gasing Academy, Pemkab Mabar ‘Bumikan’ Matematika di Bumi Komodo

Penulis : Gonsales Budiman 
Editor : Ferdy Jemaun

Jakarta, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) menandatangani kontrak kerja sama dengan Gasing Academy. Satu target hendak dicapai : ‘membumikan’ matematika di Bumi Komodo.

Bagi sebagian besar siswa sekolah dasar, matematika seringkali dianggap sebagai “momok” yang menakutkan. Rumus yang rumit dan deretan angka yang kaku kerap membuat semangat belajar surut. Namun, di Kabupaten Manggarai Barat, paradigma itu perlahan mulai runtuh. Sebuah ikhtiar besar sedang dijalankan untuk mengubah wajah matematika menjadi sesuatu yang Gampang, Asyik, dan Menyenangkan—atau yang lebih dikenal dengan metode GASING.

Kadis PKO Manggarai Barat, Yohanes Hani bersama tim dari Gasing Akademi saat teken MoU di Jakarta. (Foto : Dok. Dinas PKO)

Langkah serius ini kembali dikukuhkan dalam sebuah pertemuan formal namun hangat di Restoran Hotel Grand G7, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026). Di sana, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Gasing Academy, menandai babak baru transformasi kompetensi guru di ujung barat Pulau Flores tersebut.

Hadir langsung dalam penandatanganan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Manggarai Barat, Yohanes Hani, yang didampingi oleh Fansy Dhada selaku PPK dan Handrikus Genggor selaku Kabid GTK. Wajah optimisme terpancar saat mereka membahas masa depan literasi numerasi anak-anak Manggarai Barat.

“Kerja sama ini adalah kunci untuk memudahkan guru dan peserta didik. Kami ingin matematika tidak lagi membosankan, melainkan mampu membangkitkan gairah belajar siswa,” ujar Yohanes Hani, yang dihubungi InfoMabar via celulernya, Sabtu (28/03/2026) siang.

Menurut Yohanes Hani, perjalanan ini sejatinya telah dimulai sejak tahun 2024. Kala itu, Gasing Academy memberikan dukungan penuh dengan membiayai pelatihan intensif selama 15 hari bagi 32 guru SD dan siswa terpilih. Hasilnya luar biasa; metode ini terbukti efektif mengubah cara pandang terhadap angka.

Melihat dampak positif tersebut, Pemkab Manggarai Barat tidak ingin sekadar berpangku tangan. Memasuki tahun 2025, Dinas PKO mengambil langkah berani dengan mengalokasikan anggaran mandiri. Sebanyak 54 guru dari berbagai satuan pendidikan dilatih secara khusus untuk menjadi ujung tombak perubahan.

Strategi yang diterapkan pun cukup cerdas: Pola Pengimbasan Berjenjang. Para guru yang telah terlatih kini bergerak ke setiap kecamatan dan gugus sekolah. Mereka bukan hanya mengajar siswa, tapi “melatih para pelatih.”

Upaya peningkatan numerasi ini akan terus dilakukan secara bertahap. Di tahun 2026, program pelatihan akan difokuskan pada guru SMP dengan target melatih 32 orang guru. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi numerasi siswa sejak dini hingga jenjang pendidikan menengah.

“Kami berharap pola ini mampu menjangkau seluruh guru di Manggarai Barat. Jika pemahaman guru merata, maka pembelajaran matematika di ruang-ruang kelas kita akan jauh lebih hidup dan mudah dipahami. Sehingga kedepan, anak -anak Manggarai Barat bisa bersaing dengan anak-anak lain di Indonesia ini,” tambah Hani.

Di sela-sela penandatanganan MoU, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gasing Academy. Selama dua tahun terakhir, kolaborasi ini dianggap telah memberikan kontribusi nyata yang melampaui sekadar pelatihan teknis, melainkan telah menyentuh akar persoalan pendidikan di daerah.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, pimpinan Gasing Academy, Prof. Surya, juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Manggarai Barat atas kerjasama ini. Baginya, MoU ini membuktikan komitmen pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sangat concern dengan Pendidikan, agar Guru dan anak anak di Manggarai Barat dapat bersaing di kancah yang lebih luas.

Kini, di bawah langit Manggarai Barat, angka-angka tidak lagi sekadar simbol di papan tulis. Melalui metode GASING, mereka berputar layaknya permainan yang seru, membawa harapan bahwa kelak, putra-putri dari Bumi Komodo akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mahir berhitung, tapi juga mencintai proses belajar itu sendiri.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments