Minggu, Juni 7, 2026
BerandaTak BerkategoriUPTD Puskesmas Labuan Bajo Skrining Kesehatan Jiwa Siswa SDI Wae Mata

UPTD Puskesmas Labuan Bajo Skrining Kesehatan Jiwa Siswa SDI Wae Mata

Penulis : Sebinus Abel

Editor : Hans

Labuan Bajo – Info Mabar -UPTD Puskesmas Labuan Bajo Manggarai Barat NTT bekerja sama dengan pihak SDI Wae Mata melaksanakan Skrining Kesehatan Jiwa bagi siswa dibsekolah tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat deteksi dini masalah kesehatan mental sejak usia sekolah dasar dengan tujuan agar generasi ke depan sehat jiwa dan sehat mental.

Pelaksanaan skrining difokuskan pada identifikasi risiko depresi dan risiko kecemasan (anxiety) yang kerap dialami oleh remaja dan anak usia sekolah dasar. Skrining menggunakan instrumen MMYS (Mini Mind Years Scale) yang telah terintegrasi dengan sistem Satu Sehat dan SIMKESWA ( sistem informasi kesehatan jiwa) , sehingga data dapat terdokumentasi secara akurat dan terpadu.

Tim kesehatan dari UPTD Puskesmas Labuan Bajo memberikan pendampingan langsung kepada siswa/siswi SDI Wae Mata untuk memastikan proses pengisian kuesioner berjalan lancar dan setiap pertanyaan dipahami dengan baik oleh siswa/siswi. Selain itu, petugas kesehatan juga menyampaikan penyuluhan singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali gejala gangguan jiwa ringan, serta langkah yang dapat dilakukan saat menghadapi tekanan psikologis.

Dokter umum UPTD Puskesmas Labuan Bajo dr. Christmas Sianipar disela sela kegiatan tersebut mengatakan, Skrining kesehatan untuk anak dan remaja saat ini merupakan program pemerintah pusat untuk kesehatan jiwa supaya tidak ada lagi kejadian bunuh diri seperti yang terjadi baru baru ini di Bajawa.

” Anak – anak wajib mengisi format skrining yang sudah disiapkan oleh petugas secara mandiri oleh anak anak dan remaja usia 10 sampai 18 tahun sesuai dengan kondisi yang dialami dalam 2 minggu terakhir. Yang menjadi sasarannya anak SD hingga SMA di wilayah kesehatan Labuan Bajo, ” Kata dokter Christmas saat di temui di SDI wae Mata, Rabu (15/4/2026).

Ia menerangkan, ada 6 pertanyaan yang perlu dijawab oleh anak anak. Skala A dengan tiga pertanyaan yang mengarah kepada depresi dan Skala B dengan tiga pertanyaan yang mengarah pada bukan depresi.

” Pertanyaan yang harus dijawab oleh anak anak saat mengisi kuesioner tersebut adalah apakah dalam dua minggu terakhir saya sering merasa khawatir atau tidak ; . Apakah dalam dua minggu terakhir saya berpikir berlebihan atau tidak ; dan Apakah dalam dua minggu terakhir Saya sulit tidur atau tidak. Jika jawaban anak anak mengatakan ya maka sudah mengarah ke depresi. “Ujarnya.

Salah seorang dr sedang melakukan arahan kepada para murid di SDI wae Mata Labuan BajoFoto: Bionz
Salah seorang dr sedang melakukan arahan kepada para murid di SDI wae Mata Labuan Bajo
Foto: Bionz

Menurutnya kesehatan jiwa tiap orang berbeda beda tergantung dari masing masing orang apakah mampu tidak untuk mengatasi masalah tersebut.

” Setiap orang kesehatan jiwanya pasti berbeda beda , punya masalah dan dia mampu tidak mengatasi masalah itu dan yang kita takuti jika dia tidak mampu mengatasi masalah itu dan dalam dua minggu terakhir dia tidak mampu mengatasi masalah tersebut maka itulah yang harus perlu kita skrining. “Jelasnya

Ini merupakan skrining kasar atau deteksi awal kata dr. Chirstmas .Jika dari hasil deteksi awal ada anak anak yang mengalami masalah kesehatan jiwa maka dengan sesegera mungkin untuk melakukan edukasi.

” Saya berharap agar anak anak dan remaja yang ada di Manggarai Barat sehat mental dan sehat jiwa terutama untuk sasaran kami anak SD hingga SMA di wilayah kesehatan Labuan Bajo dan kami tidak mau ada yang depresi dan bunuh diri . ” Pungkasnya

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments