Home Kegiatan Pemerintah “Dinas Pertanian Mabar Terapkan Drone Pertanian dalam Gerakan Pengendalian Hama Padi.”

“Dinas Pertanian Mabar Terapkan Drone Pertanian dalam Gerakan Pengendalian Hama Padi.”

0
91
Kepala DPHTP kabupaten Manggarai Barat (ke 3 dari kiri) memantau Pengisian Insektisida, bahan aktif Nitenpiran utk OPT Wereng Batang Coklat dan bahan aktif Fipronil utk OPT Penggrek Batang Padi. Foto ; Gonsalez
Kepala DPHTP kabupaten Manggarai Barat (ke 3 dari kiri) memantau Pengisian Insektisida, bahan aktif Nitenpiran utk OPT Wereng Batang Coklat dan bahan aktif Fipronil utk OPT Penggrek Batang Padi. Foto ; Gonsalez

Oleh ; Gonsalez

Editor ; Ferdy Jemaun

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (GERDAL OPT). Kegiatan ini dilakukan guna mengatasi serangan hama Wereng Batang Coklat ( Nilaparvata lugens) yang meruapakan salah satu hama utama yang paling merusak tanaman padi. Gerakan pengendalian OPT tersebut dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di areal seluas 25 ha yang merupakan hamparan sawah milik Kelompok Tani (Poktan) Handel, Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo pada hari Jumat (05/06/2026) dengan melibatkan petani, penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten manggarai Barat Tarsi Gonza, ST kepada media ini menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengendalikan berbagai OPT yang berpotensi menurunkan hasil panen, seperti wereng batang cokelat, penggerek batang, dan penyakit tanaman lainnya. Dalam pelaksanaannya, penyemprotan dilakukan menggunakan drone yang mampu menjangkau area persawahan secara cepat, merata, dan efisien.

Lebih lanjut Kadis DTPHP menerangkan bahwa penggunaan drone menjadi salah satu inovasi dalam mendukung modernisasi pertanian. Selain menghemat waktu dan tenaga kerja, teknologi ini juga memungkinkan aplikasi pestisida dilakukan dengan dosis yang lebih tepat sehingga lebih efektif dalam pengendalian OPT.

“Melalui pemanfaatan drone, penyemprotan dapat dilakukan pada lahan yang luas dalam waktu singkat. Selain itu, petani tidak perlu masuk ke petakan sawah sehingga dapat mengurangi risiko paparan bahan kimia dan kerusakan tanaman akibat terinjak,”

Kegiatan Gerdal OPT pada hari ini disamping untuk pengendalian hama penyakit, juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antara Dinas DTPHP, PPL, POPT serta Petani dalam menangani berbagai persoalan disektor pertanian guna menjaga dan meningkatkan produktivitas tanaman yang bermuara paa peningkatan kesejahteraan petani ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan Gerdal OPT pada hari ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan hasil pengamatan serta analisis yang dilakukan oleh bapak Vitalis A. Syukur selaku penelaah teknis bidang penyuluh dan proteksi tanaman. Penyemprotan pestisida menggunakan drone di hamparan handel dilaksanakan 2 sesi padi pada pukul 08.00 s.d. 09.15. dan sore Hari pukul 15.30- 18.00.

Para petani yang mengikuti kegiatan menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Mereka menilai penggunaan drone sangat membantu, disaat kondisi lahan sulit diakses atau ketika kebutuhan pengendalian harus dilakukan secara cepat untuk mencegah penyebaran serangan hama dan penyakit.

Kepala DPHTB Tarsi Gonza (kiri ) bersama Penyuluh Penyuluh Proteksi DPHTB Mabar Vitalis A. Syukur Foto ; Gonsalez
Kepala DPHTB Tarsi Gonza (kiri ) bersama Penyuluh Penyuluh Proteksi DPHTB Mabar Vitalis A. Syukur Foto ; Gonsalez

Selain kegiatan penyemprotan, petugas juga memberikan edukasi kepada petani mengenai pentingnya pengamatan rutin di lapangan, penerapan pengendalian hama terpadu (PHT), serta penggunaan pestisida secara bijaksana sesuai rekomendasi teknis.

Dengan adanya Gerakan Pengendalian OPT menggunakan drone ini, diharapkan serangan hama dan penyakit pada tanaman padi dapat ditekan, produktivitas pertanian meningkat, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi menuju pertanian modern yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.