Kamis, Juni 4, 2026
BerandaTak BerkategoriTK Negeri Nggorang Sulap Lagu Rohani Jadi Media Literasi Budaya bagi Anak...

TK Negeri Nggorang Sulap Lagu Rohani Jadi Media Literasi Budaya bagi Anak Usia Dini

 

TK Negeri Nggorang, Kecamatan Komodo, meluncurkan inovasi pendidikan berbasis budaya unik: mengajarkan literasi budaya dan kewargaan kepada anak usia dini melalui “lagu rohani inkulturatif berbahasa Manggarai”. Program ini dirancang untuk menanamkan cinta budaya lokal sejak masa golden age (0-5 tahun) sekaligus menjawab tantangan memudarnya pemahaman anak terhadap kearifan daerah.

TK Negri Nggorang
TK Negeri Nggorang

Nggorang, infomabar – Memanfaatkan masa keemasan (golden age) anak usia dini, TK Negeri Nggorang di Kecamatan Komodo meluncurkan inovasi pendidikan berbasis budaya yang unik. Program berjudul “Literasi Budaya dan Kewargaan Masa Golden Age” ini mengintegrasikan nilai-nilai lokal Manggarai Barat melalui lagu rohani inkulturatif berbahasa daerah dalam kegiatan sosial keagamaan.

 

Kepala TK Negeri Nggorang, Maria Goreti Sejati Gani, saat kepada infomabar  menjelaskan

“ program ini dirancang untuk menjawab dua tantangan utama: minimnya pemahaman anak terhadap budaya Manggarai, khususnya lagu rohani daerah, dan belum optimalnya kegiatan keagamaan sebagai sarana pendidikan budaya. “Ini adalah investasi strategis untuk membentuk generasi yang mencintai budaya lokal sejak usia emas (0-5 tahun),” tegas Maria Goreti, menegaskan program ini selaras dengan Kurikulum 2024 yang menekankan penguatan nilai agama, budi pekerti, dan jati diri.”

Berdasarkan UU Sisdiknas, PP Penyelenggaraan Pendidikan, dan Permendikbud PAUD, program ini dijalankan secara bertahap:

  1. Persiapan: Memilih lagu rohani berbahasa Manggarai seperti “Naring Mori Ge” (Kemuliaan) dan “Nggeluk-Nggeluk” (Kudus). TK juga berkolaborasi dengan Gereja Katolik Paroki Longgo dan meminjam alat musik tradisional gong-gendang dari SD Inpres Nggorang.
  2. Pelaksanaan: Anak-anak diajarkan menyanyi dan memainkan alat musik tradisional. Hasil pembelajaran dipentaskan dalam misa inkulturasi setiap semester (rencana Oktober 2024 dan Mei 2025).
  3. Evaluasi: Perkembangan anak dipantau melalui observasi guru dan umpan balik dari orang tua.

Kelebihan dan Dampak Positif

Inovasi ini menonjolkan pendekatan holistik yang menyenangkan, menggabungkan seni, agama, dan budaya. Keterlibatan multipihak (guru, orang tua, tokoh agama) menjadi kunci keberhasilan. Dampak nyata pun terlihat: anak-anak mampu menyanyi dengan lancar dan mulai memahami makna lirik lagu daerah.

“Anak saya kini aktif menanyakan arti kata-kata Manggarai,” ujar salah satu wali murid, menggambarkan antusiasme anak. Selain meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan berbahasa daerah pada anak, program ini juga membuat sekolah semakin dikenal masyarakat, terbukti dengan meningkatnya minat pendaftaran.

Tantangan dan Masa Depan

Tantangan utama adalah kesulitan anak melafalkan kosakata Manggarai. Solusinya, dilakukan latihan intensif dengan iringan alat musik dan melibatkan orang tua untuk berlatih di rumah.

Program ini membuktikan pendidikan budaya sejak dini dapat dilakukan secara kreatif melalui integrasi seni dan agama. Ke depan, TK Negeri Nggorang berencana memperluas program tidak hanya pada lagu rohani, tetapi juga ke lagu-lagu tradisional Manggarai non-rohani, untuk semakin memperkaya literasi budaya anak didik.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments