Penulis : Gonsalez EditorĀ : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, Infomabar,- Sistem pangan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Masyarakat bisa hidup, bisa survive, jika ketersediaan pangan selalu cukup. Karena itu, semua pihak yang berkecimpung dalam upaya ketahanan pangan diharapkan dapat melakukan identifikasi dini segala persoalan yang mengancam sistem pangan.
Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat, Yohanis Hani,Ā dalam sambutannya saat membuka kegiatan Seminar Penyelamatan Pangan di Ballroom Hotel Zasgo, Labuan Bajo, Rabu (03/06/2026).

“Salah satu indikator yang menunjukkan masyarakat sejahtera adalah masyarakat yang kuat pangannya. Masyarakat bisa hidup, bisa survive kalau persediaan pangannya cukup,” ujar Yohanis Hani tegas Ā di hadapan peserta seminar.
Seminar yang mengusung tema ketahanan pangan dan lingkungan berkelanjutan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, forum multipihak, perwakilan pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe, komunitas Lino Tana Dite, akademisi dari Politeknik el Bajo Commodus, serta mitra pembangunan seperti Indonesia Waste Platform (IWP), Rumah Pekerti, dan Kole Project.
Dalam sambutannya, Kaban Hani mengidentifikasi sejumlah tantangan serius yang dihadapi sistem pangan di Manggarai Barat;Ā antara lain perubahan iklim yang mengubah berbagai sendi kehidupan, alih fungsi lahan dari persawahan menjadi pemukiman akibat pertumbuhan penduduk, keterbatasan infrastruktur yang terus dikeluhkan, serta dinamika ekonomi global yang berpengaruh pada ekonomi daerah.
“Kita punya lahan yang cukup luas, tinggal komitmen kita saja. Di daerah tertentu bisa menjadi penghasil sayuran, di daerah lain penghasil buah-buahan. Sentra-sentra produksi itulah yang bisa mendongkrak masyarakat kita, para petani, untuk terus melanjutkan karyanya,” tegasnya.
Menurutnya, langkah strategis yang perlu diambil meliputi peningkatan produktivitas lahan pertanian, perbaikan infrastruktur pertanian, diversifikasi pangan lokal, serta pengembangan pertanian berbasis pariwisata.

Hani Ā menekankan bahwa Manggarai Barat sebagai destinasi pariwisata super prioritas membutuhkan lingkaran kerja sama luar biasa agar bisa saling menopang. Hotel membutuhkan pasokan dari masyarakat, dan masyarakat dapat menyalurkan hasil pertaniannya agar bisa bertahan, kita perlu langkah strategis dan inovatif dalam pengembangan sistem pangan di daerah kita.
Ia mengapresiasi kehadiran Dinas Sosial Kota Tasikmalaya yang berbagi cerita sukses, serta Kepala Badan Pangan Nasional yang mengikuti kegiatan secara online.
“Apa yang kita bicarakan, jangan selesai di dalam ruangan ini, jangan habis di pintu. Yang penting jangan indah pandang dari rupa, kita berapi-api di sini, argumentasi luar biasa, tapi kemudian berhenti. Mari terus bergerak bersama, wujudkan ke depan dengan cara kita masing-masing. Tidak perlu yang besar, mulai dari hal-hal kecil,” pesannya menutup sambutan.
Kegiatan seminar yang ini menghadirkan narasumber dari Konsorsium Pangan Bernas, Badan Pangan Nasional (Bapanas), kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, dan kepala Dinas Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Acara dilanjutkan dengan pemaparan Ā materi, diskusi dan tanya jawab interaktif bersama peserta.***


