Rabu, Juli 22, 2026
BerandaBerita TerkiniPancasila Sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Pancasila Sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Penulis : Sebinus Abel

Editor : Hans

Labuan Bajo- Info Mabar: Peringatan hari lahir pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI K.H. Yudian Wahyudi dalam pidato kenegaraannya yang dibacakan oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi pada upacara peringatan hari lahir pancasila yang berlangsung di lapangan SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo Senin ( 01/06/2026) pagi.

Peringatan hari lahir pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Peringatan ini disebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. Dalam pidato kenegaraan, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI K.H. Yudian Wahyudi yang dibacakan oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi disampaikan bahwa Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, Indonesia disebut sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Ia juga menegaskan bahwa Pancasila sebagai “jangkar moral” menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, kata Kepala BPIP RI Wahyudi Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat disebut sebagai instrumen diplomasi yang dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Kontribusi nyata Indonesia lanjut Wahyudi ditunjukkan melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, peran mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. Langkah ini disebut sebagai pengejawantahan sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Selain itu Wahyudi mengajak Kepada seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai Idielogi yang hidup ( living ideology) . Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi hiasan dinding di kantor-kantor atau teks di buku sejarah.

“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.” Ujarnya

Ia berpesan Kepada para menteri dan kepala daerah, agar setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak masyarakat terkecil, dan memastikan tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Selain itu ia juga menegaskan untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang merusak harmonisasi bangsa Indonesia.

Bupati dan wakil Bupati Manggarai Barat bersama unsur Forkompinda kabupaten Manggarai Barat, sesaat setelah upacara hari kelahiran Pancasila. Foto ; Sebinus Abel
Bupati dan wakil Bupati Manggarai Barat bersama unsur Forkompinda kabupaten Manggarai Barat, sesaat setelah upacara hari kelahiran Pancasila. Foto ; Sebinus Abel

Peringatan ditutup dengan ajakan kepada bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dengan menunjukkan kepada dunia sebagai bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kesatuan yang kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

” Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.” Tutupnya.

Apel tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Sekda Manggarai Barat Fransiskus S. Sido, Unsur Forkopimda Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Tim penggerak PKK Kabupaten Manggarai Barat, Darma wanita persatuan, instansi vertikal, BUMN) BUMD, tokoh agama, pimpinan OPD serta staf lingkup pemda Manggarai Barat , TNI/Polri, Basarnas, insan pers serta undangan lainnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments