Home Berita Terkini Menanamkan Cinta Budaya Sejak TK

Menanamkan Cinta Budaya Sejak TK

0
76
Atraksi Caci dari anak-anak TK Pembina Labuan Bajo. (Foto: Dok.TK Pembina)
Penulis: Mathildis Riberu 
Editor : Hans
Atraksi Caci dari anak-anak TK Pembina Labuan Bajo. (Foto: Dok.TK Pembina)

Labuan Bajo – InfoMabar: TK Pembina Labuan Bajo tanamkan cinta budaya lokal sejak usia dini. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, menjaga kelestarian budaya menjadi tantangan tersendiri. Namun, upaya tersebut tidak harus dimulai ketika anak sudah beranjak dewasa. Di TK Pembina, pelestarian budaya justru dimulai sejak usia dini, saat anak-anak sedang berada pada masa emas pertumbuhan dan pembentukan karakter.

Suara riang anak-anak terdengar saat mereka belajar menyanyikan lagu daerah, memainkan permainan tradisional, hingga mengenakan pakaian adat pada momen-momen tertentu. Bagi mereka, kegiatan itu mungkin sekadar bermain dan belajar.

Namun di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan nilai-nilai penting tentang identitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sendiri
Bagi para pendidik di TK Pembina Labuan Bajo, budaya bukan sekadar materi pelajaran yang diajarkan di dalam kelas. Budaya menjadi bagian dari pengalaman belajar yang hidup dan menyenangkan.

Melalui berbagai aktivitas kreatif, anak-anak diperkenalkan pada kekayaan tradisi yang dimiliki daerahnya. Sejak usia dini mereka diajarkan Tarian Caci, Tarian Tiba Meka , Sanda dan lainya.

Kepala sekolah TK Pembina Labuan Bajo. (Foto: Dok.TK Pembina)

Kepala TK Pembina Labuan Bajo, Elisabeth Stiani saat ditemui InfoMabar pada Rabu ,17 Juni 2026 mengatakan , pengenalan budaya Manggarai sejak usia dini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang diberikan kepada peserta didik.
“Anak-anak perlu mengenal budaya dan tradisi daerahnya ( tradisi daerah Manggarai NTT) sejak dini agar tumbuh rasa bangga terhadap identitas mereka sendiri. Melalui berbagai kegiatan budaya yang menyenangkan, kami ingin menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, rasa hormat, kerja sama, dan kecintaan terhadap warisan budaya yang daerah miliki,” ujarnya

Menurut Elisabeth Stiani, sekolah memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik anak, tetapi juga membentuk karakter dan jati diri mereka sebagai generasi penerus bangsa
“Di era digital saat ini, anak-anak sangat mudah mengenal budaya dari berbagai belahan dunia. Karena itu, kami ingin memastikan mereka juga mengenal dan mencintai budaya lokalnya sendiri. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang modern tanpa kehilangan akar budayanya,” tambahnya

Di TK Pembina, berbagai kegiatan budaya diintegrasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Mulai dari pengenalan lagu daerah, tarian tradisional, cerita rakyat, permainan tradisional, hingga penggunaan pakaian adat pada kegiatan tertentu. Semua kegiatan tersebut dikemas secara kreatif agar sesuai dengan dunia anak-anak yang identik dengan bermain dan bereksplorasi.

Lebih dari sekadar melestarikan tradisi, pendidikan budaya juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri anak. Saat tampil dalam pentas seni atau mengikuti kegiatan budaya, anak-anak belajar mengekspresikan diri, berani tampil di depan umum, serta menghargai keberagaman yang ada di sekitar mereka.

Harapan besar pun disematkan kepada generasi muda yang tumbuh dengan pemahaman budaya yang kuat. Mereka diharapkan, tidak hanya menjadi anak-anak yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh, bangga terhadap identitas daerahnya, dan siap menjadi penjaga warisan budaya di masa depan
“Melestarikan budaya tidak harus menunggu dewasa. Jika kecintaan terhadap budaya ditanamkan sejak usia dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang menghargai dan menjaga warisan leluhurnya. Itulah yang terus kami upayakan di TK Pembina,” tutup Elisabeth Stiani.

Di tangan anak-anak inilah budaya akan terus hidup, dan di ruang-ruang kelas TK Pembina, benih-benih kecintaan terhadap budaya itu terus ditanam, dirawat, dan tumbuh menjadi kebanggaan yang akan mereka bawa sepanjang hayat.