Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Manggarai Barat menjadi kabupaten perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), atas dialokasikannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara khusus untuk perlindungan pekerja rentan.
Hal itu diungkapkan oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, pada kegiatan Launching Pembagian Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Pembukaan Rekening Bank NTT Bagi Pekerja Rentan Sektor Informal Provinsi NTT, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu (10/9/2025).

Pemerintah Kabupaten  Manggarai Barat (Pemda Mabar) secara resmi meluncurkan program pembagian Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan pembukaan rekening Bank NTT bagi 2.829 pekerja sektor informal rentan di Kabupaten MAnggarai Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Endi menyatakan kebanggaannya karena Manggarai Barat menjadi kabupaten perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara khusus untuk perlindungan pekerja rentan.
“Kita bersyukur di momen yang luar biasa ini, pemerintah hadir untuk memberi sentuhan dan perhatian kepada masyarakat yang paling butuh. Disadari betul, begitu banyak rakyat di kabupaten ini yang masuk kategori pekerjaan rentan. Kitalah kabupaten pertama yang mengalokasikan APBD untuk BPJS Ketenagakerjaan mereka,” ujar Bupati Endi.
Ia menekankan bahwa kehadiran negara melalui program ini adalah sebagai stimulus. Harapannya, ke depan, masyarakat dapat mandiri membiayai iurannya sendiri karena manfaat program yang sangat bagus untuk perlindungan risiko kerja dan jaminan hari tua.
“Program ini sangat bagus. Sama seperti pegawai yang punya Taspen, ini adalah tunjangan di hari tua kita. Jangan berpikir tidak ada risiko dalam bekerja. Kalau terjadi hal yang paling ekstrem seperti kecelakaan, karena sudah punya kartu ini, kita akan mendapatkan perlindungan,” jelasnya.
Bupati juga berharap komitmen ini tidak berhenti di tahun 2025. Ia meminta dukungan dari DPRD Manggarai Barat agar alokasi anggaran untuk pekerja rentan dapat ditambah pada tahun 2026, sehingga cakupan perlindungan bisa semakin luas.
7.816 Pekerja Terlindungi, Anggaran Gabungan APBD Provinsi dan Kabupaten
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop & UKM) Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, memaparkan detail program tersebut.

Theresia melaporkan bahwa Pemkab Manggarai Barat telah menginisiasi program jaminan sosial ketenagakerjaan sejak 2023 sebagai bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati.
“Di tahun 2025 ini, Provinsi NTT melalui program Protes Gubernur juga menggelar program yang sama. Untuk itu, Manggarai Barat mendapat kuota dari provinsi sebanyak 4.982 pekerja yang dibiayai APBD Provinsi. Sementara, Pemkab Manggarai Barat mengalokasikan untuk 2.829 pekerja dengan nilai anggaran sebesar Rp 570.324.000 yang bersumber dari TBHCP dan APBD Kabupaten,” terang Theresia.
Dengan demikian, total ada 7.816 pekerja rentan di Manggarai Barat yang kini mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Theresia menyebutkan, pekerja yang hadir dalam launching tersebut adalah perwakilan dari berbagai profesi, seperti petani, nelayan, tukang ojek, dan guru harian lepas. yang mewakili 7.816 penerima manfaat, secara khusus, pekerja penyandang disabilitas, seperti tunanetra dan tunarungu, juga hadir dan termasuk dalam kelompok yang mendapat perlindungan.
“Melalui kegiatan hari ini, betul-betul akan diwujudkan bahwa pemerintah hadir untuk merangkul seluruh pejuang ekonomi keluarga,” ujarnya.
Selain mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja rentan juga dibukakan rekening di Bank NTT secara gratis. Hal ini diharapkan dapat memacu semangat menabung dan kemandirian ekonomi mereka ke depan.
“Harapannya nanti, bukan Pemda (pemerintah) lagi yang bayar iurannya, tetapi secara mandiri mereka melindungi dirinya sendiri. Iurannya tidak mahal, hanya Rp 16.800 per bulan, mungkin setara dengan beberapa batang rokok,” pungkas Theresia.
Usai sambutan, Bupati Edistasius Endi secara simbolis menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan dan buku tabungan Bank NTT kepada perwakilan pekerja rentan, menandai dimulainya komitmen perlindungan sosial yang lebih menyeluruh bagi para pelaku sektor informal di Manggarai Barat.
Turut Hadir Dalam Kegiatan Tersebut Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Benediktus Nurdin, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Manggarai Barat Kanisius Jehabut, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus X. Nambut, kepala BPJS ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Barat Arief Wahyudi, kepala cabang Bank NTT Labuan Bajo, Boy Reynaldo Nunuhitu, para pegawai Dinas Nakertrans.


