Penulis : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penanganan pasca-insiden tragis yang menewaskan dua orang wisatawan asal Austria di Objek Wisata Air Terjun Cunca Wulang. Evaluasi total akan segera dilakukan.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, kepada wartawan di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Minggu (24/05/2026).

Wakil Bupati Yualianus berada di RSUD Komodo untuk memantau langsung penanganan korban, sejak di evakuasi dari lokasi kejadian hingga tiba di RSUD Komodo.
Wabup Yulianus berada di tempat itu tidak sendiri. Nampak hadir dari jajaran pemerintah daerah seperti Sekretaris Daerah, Fransiskus Sales Sodo, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, Peter A. Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan, Theresia P. Asmon, Kabag Prokopim, Tedy Nahas, serta sejumlah anggota Satpol PP.
Wakil Bupati Yulianus menegaskan bahwa urusan kemanusiaan dan penghormatan terhadap korban adalah hal mendasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Konsentrasi utama kita saat ini bagaimana menangani jenazah. Hal yang lain-lain akan kita pikirkan berikutnya,” jelas Wabup dr. Yulianus Weng.
Jurgen (55) dan Astrid (56), jatuh saat sedang melintasi jembatan penghubung ke area lokasi wisata Cunca Wulang. Sejumlah papan kayu pada jembatan itu ambruk, tepat di titik mereka pijak, menyebabkan mereka jatuh hingga terbentur batu di permukaan dasar sungai.
Upaya cepat terus dilakukan sejak evakuasi awal. Pemerintah daerah mengawal langsung seluruh proses, mulai dari penjemputan jenazah dari lokasi kejadian di Cunca Wulang menuju RSUD Komodo untuk menjalani proses otopsi. Selain itu, koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait terus berjalan demi kelancaran urusan selanjutnya.
Meski saat ini fokus pada penanganan korban, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tetap memikirkan hal-hal lain, seperti pembenahan sistemik dan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, kepada wartawan menjelaskan bahwa Jurgen dan Astrid berada di Indonesia sejak 14 Mei 2026 lalu, untuk tujuan wisata, sesuai visa yang mereka kantongi.
Pihaknya saat ini sedang menghubungi pihak-pihak terkait, seperti Direktorat Imigrasi NTT, pihak pusat serta jajaran Konsuler Kemenlu untuk urusan selanjutnya.***


