Penulis : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, meminta pihak Pertamina untuk menambah kuota LPG untuk wilayah Manggarai Barat, Jelang High Season pada awal Juni ini. Penambahan kuota ini penting agar kelangkaan LPG tidak mengganggu stabilitasi pariwisata Labuan Bajo.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sedang mengambil langkah untuk mengantisipasi potensi kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjelang musim kunjungan padat wisatawan (high season). Langkah ini diambil demi menjaga kenyamanan wisatawan serta stabilitas sektor pariwisata yang menjadi roda penggerak ekonomi di Labuan Bajo.

Permintaan peningkatan kuota tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, kepada pihak pertamina, dalam Rapat Koordinasi LPG Non-Subsidi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Manggarai Barat, Jumat (22/05/2026).
“Kami mohon, Pak, beri kami kuota lebih banyak. Jangan sampai kelangkaan LPG ini kemudian mengganggu stabilitas pariwisata di Labuan Bajo. Kami harus memastikan pasokan benar-benar aman sebelum lonjakan wisatawan terjadi,” tegas Fransiskus kepada pihak pertamina di hadapan peserta rapat.
Merespon permintaan dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat, pihak PT Pertamina Patra Niaga langsung memberikan sinyal positif.
Hadir secara daring melalui aplikasi Zoom, Sales Branch Manager PT. Pertamina Patra Niaga, Muhammad Ali Uraidy, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh stabilitas energi di destinasi pariwisata super prioritas tersebut. Ia menjamin bahwa pasokan LPG ke wilayah Manggarai Barat akan ditingkatkan secara signifikan.
“Kami siap memberikan (pasokan) lebih dari dua kali lipat dari kuota sebelumnya. Penyaluran tambahan ini akan langsung didistribusikan melalui distributor resmi kami untuk wilayah Labuan Bajo,” ujar Muhammad Ali Uraidy.
Sementara itu, sejumlah agen selaku distributor LPG untuk wilayah Labuan Bajo yang hadir dalam rapat tersebut turut menjelaskan berbagai kendala yang selama ini dihadapi sehingga berdampak pada kelangkaan LPG dan harga yang melambung tinggi di pasaran.
PT. Panji Anugerah Sejahtera (PAS) melalui perwakilannya, Ferdy, menjelaskan bahwa selain karena kuota yang dibatasi, persoalan utama juga terletak pada terbatasnya ketersediaan container khusus pengangkut LPG di Surabaya.
“Pengiriman LPG ini tidak bisa menggunakan container biasa. Harus container khusus yang aman. Dan persediaan container khusus ini terbatas,” jelas Ferdy.
Hal senada juga disampaikan PT. Stevanos Unggul Mandiri (SUM) melalui perwakilannya, Rio Seber. Menurutnya, kendala distribusi dan keterbatasan armada pengangkut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran pasokan LPG ke wilayah Labuan Bajo.
Rapat koordinasi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, penyedia energi strategis seperti Pertamina dan para pihak terkait. Dengan adanya jaminan pelipatgandaan stok LPG dari Pertamina, diharapkan para pelaku industri pariwisata, mulai dari perhotelan, restoran, hingga pelaku UMKM kuliner, dapat beroperasi dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan bahan bakar.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Pertamina juga berkomitmen untuk terus memantau rantai distribusi di lapangan guna memastikan pasokan tambahan ini tersalurkan dengan tepat sasaran dan tepat waktu menjelang puncak high season tahun ini.
Sekda Fransiskus menutup kegiatan itu dengan memberi tugas kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Adrianus Ojo, untuk membuat rincian kebutuhan ril akan LPG, baik untuk industri maupun untuk rumah tangga.
Sekda Fransiskus juga menugaskan Kadis Adrianus untuk mengagendakan pertemuan berikutnya dengan pihak Pertamina, agen, KSOP, Pelindo, pengusaha container, serta para pihak terkait.
Turut hadir dari unsur pemerintah pada kegiatan rapat koordinasi ini antara lain Asisten Administrasi Umum, Pius Baut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Adrianus Ojo, Kepala Dinas Perhubungan, Adi Gunawan, dan sejumlah pejabat terkait.
Sedangkan dari pihak distributor, selalin agen PT. SUM dan PT. PAS, juga hadir perwakilan dari sejumlah outlet, seperti Toko Maha Putra, Alfamart, Pancoran Mart, Toko Maju, Indomart, Roxy Mart, Central, dan sejumlah outlet.
Perwakilan dari KSOP, PT. Pelindo, dan dari jasa ekspedisi pengiriman, seperti PT. Kris Cargo Bahtera, PT. Ambra dan PT. Sindo, juga turut hadir pada kegiatan Rakor ini.
Semua peserta kegiatan sepakat dan berkomitmen untuk menjaga stabilitas pariwisata Labuan Bajo dengan ketersediaan stok LPG yang harus selalu ada, dengan harga yang wajar.***


