Home Berita Terkini Hari Anak Nasional 2026,Pemkab Mabar Tegaskan Stop Kekerasan Terhadap Anak

Hari Anak Nasional 2026,Pemkab Mabar Tegaskan Stop Kekerasan Terhadap Anak

0
6

Penulis ; Gonsalez

Editor : Hans

Labuan Bajo , InfoMabar – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ( mabar) NTT bersama berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi pemerhati perempuan dan anak untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Di tengah berbagai kemajuan pembangunan, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Manggarai Barat, kasus yang paling banyak ditangani adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan seksual terhadap perempuan.

Sementara itu, pada anak ditemukan kasus kekerasan fisik, kekerasan seksual, penelantaran, serta berbagai bentuk kekerasan lainnya.

Data penanganan kasus menunjukkan bahwa persoalan ini masih memerlukan perhatian bersama. Pada tahun 2020 tercatat 82 kasus, tahun 2021 sebanyak 120 kasus, tahun 2022 sebanyak 34 kasus, tahun 2023 sebanyak 87 kasus, tahun 2024 sebanyak 93 kasus, dan tahun 2025 sebanyak 86 kasus. Hingga Juni 2026, telah tercatat 40 kasus yang ditangani.

Sekretaris Dinas Sosial dan P3A Alviano Latubatara saat ditemui media ini Jumat (31/07)  menjelaskan

“Berbagai faktor, seperti rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak perempuan dan anak, budaya patriarki, penyelesaian kasus yang belum berorientasi pada kepentingan terbaik korban, persoalan ekonomi, pengaruh minuman keras, serta perkembangan teknologi digital, masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, ” jelasnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional tahun ini lanjut Alvin,  Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama berbagai LSM mempertegas bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memperkuat edukasi masyarakat, mendorong keberanian melapor, meningkatkan kualitas layanan bagi korban, serta membangun sistem perlindungan anak yang semakin efektif dan berkelanjutan,”jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga terus memperkuat layanan perlindungan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan pengaduan, pendampingan, perlindungan, dan rujukan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Sebagai puncak peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dirangkaikan dengan Pembentukan Forum Anak Daerah.Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Keuskupan Labuan Bajo, Wahana Visi Indonesia (WVI), Yayasan Komodo Indonesia Lestari (YAKINES), dan Gugah Nurani Indonesia (GNI).

Rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026, terdiri dari:

Peningkatan Kapasitas SEKAMI pada 31 Juli–1 Agustus 2026 di Penginapan Ketentang.

Pembentukan Forum Anak Daerah pada 1–2 Agustus 2026 di Penginapan Ketentang Green Prundi.

Apel Bendera Hari Anak Nasional pada 3 Agustus 2026 di Lapangan Kantor Bupati.

Seminar Hari Anak Nasional pada 3 Agustus 2026 di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan ini akan diikuti oleh 96 anak yang terdiri dari perwakilan 13 paroki, Kecamatan Lembor Selatan, Kecamatan Welak, dan 11 sekolah di Kecamatan Komodo, serta didampingi oleh masing-masing pendamping dari sekolah dan paroki.

Adapun bentuk kegiatan meliputi , peningkatan kapasitas kepemimpinan anak (SEKAMI), materi tentang hak anak dan perlindungan anak, pendidikan karakter dan kepemimpinan, sidang dan pembentukan Forum Anak Daerah, pemilihan pengurus Forum Anak Daerah, penyusunan rekomendasi suara anak, Apel Hari Anak Nasional, Seminar Hari Anak Nasional.

Alviano Latubatara mengharapkan,dari berbagai kegiatan yang akan digelar Output yang diharapkan adalah terbentuknya Forum Anak Daerah Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026, terpilihnya kepengurusan Forum Anak Daerah, meningkatnya kapasitas anak, terlaksananya Peringatan Hari Anak Tahun 2026, dan tersusunnya rekomendasi Suara Anak Kabupaten Manggarai Barat.

Sementara outcome yang dituju yakni meningkatnya partisipasi anak dalam pembangunan daerah, meningkatnya pemahaman anak tentang hak dan perlindungan anak, terbangunnya jejaring Forum Anak hingga tingkat kecamatan, serta terwujudnya kolaborasi lintas sektor dalam pemenuhan hak anak.

Pembiayaan kegiatan ini berasal dari dukungan kolaborasi seluruh pihak terkait, yaitu Dinas Sosial P3A Kabupaten Manggarai Barat, Wahana Visi Indonesia (WVI), Yayasan Komodo Indonesia Lestari (YAKINES), Gugah Nurani Indonesia (GNI), dan Keuskupan Labuan Bajo.

Momentum Hari Anak Nasional ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Mewujudkan masa depan anak yang lebih baik hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian dan keberanian untuk mencegah, melaporkan, serta menghentikan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Alviano pun mengajak semua pihak untuk menghentikan kekerasan terhadap Anak.

” Mari bergerak bersama,Sayangi Anak, Lindungi Anak Demi Masa Depan, “***