Home Tak Berkategori Gempa NTT: Korban Jiwa Capai 71 Orang, BPBD Catat Lebih dari 3.000...

Gempa NTT: Korban Jiwa Capai 71 Orang, BPBD Catat Lebih dari 3.000 Gempa Susulan

0
37
Ribuan Rumah roboh dampak Gempa NTT foto; isth
Ribuan Rumah roboh dampak Gempa NTT foto; isth

Oleh ; Gonsalez

Labuan Bajo, infomabar– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) lalu.

Hingga konferensi pers yang digelar di ruang MBG Kantor Bupati Manggarai Barat,hari ini Selasa (19/08/2026), total korban jiwa tercatat sebanyak 71 orang. Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa aktivitas gempa susulan masih terjadi namun mulai menunjukkan pola penurunan.

“Total gempa bumi susulan tercatat mencapai 3.002 kali. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Kita mulai melihat adanya pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan akan berlangsung sekitar 3-4 minggu ke depan,” jelas Berton dalam keterangan persnya, Selasa (19/08/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, total korban jiwa akibat bencana ini adalah 71 jiwa, dengan rincian:

· Kabupaten Manggarai: 27 jiwa

· Kabupaten Manggarai Timur: 25 jiwa

· Kabupaten Sikka: 4 jiwa

· Kabupaten Ende: 2 jiwa

· Kabupaten Manggarai Barat: 2 jiwa

· Kabupaten Nagekeo: 9 jiwa

· Kabupaten Ngada: 2 jiwa

Sementara itu, jumlah warga yang mengalami luka-luka mencapai 898 jiwa, tersebar di beberapa kabupaten seperti Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, Ende, dan Nagekeo. Data sementara pengungsi tercatat sekitar 59.647 jiwa yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak.

Gempa ini mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada ribuan unit rumah dan fasilitas umum di tujuh kabupaten.

Kabupaten Manggarai Timur merupakan wilayah dengan kerusakan rumah tertinggi, dengan 4.669 unit rusak berat, 3.837 rusak sedang, dan 3.917 rusak ringan. Selain itu, 265 unit fasilitas pendidikan, 24 puskesmas, serta 14 ruas jalan dan 7 jembatan dilaporkan terdampak.

Di Kabupaten Manggarai, tercatat 1.597 unit rumah rusak berat, 263 rusak sedang, dan 123 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 30 fasilitas kesehatan, 137 fasilitas pendidikan, dan 20 unit kantor pemerintahan. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Barat melaporkan 1.941 rumah rusak berat, 841 rusak sedang, dan 2.008 rusak ringan.

 Plt. Kepala pusdatinkomben BNPB ,Berto Panjaitan. Foto : Gonsalez
Plt. Kepala pusdatinkomben BNPB ,Berton Panjaitan. Foto : Gonsalez

Kabupaten Nagekeo, yang merupakan pusat gempa, mencatat 1.702 unit rumah rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kerusakan fasilitas umum di kabupaten ini mencakup 85 unit sekolah, 8 fasilitas kesehatan, dan 5 ruas jalan.

Kabupaten Ngada dan Sikka juga melaporkan kerusakan signifikan, dengan ribuan unit rumah dan fasilitas umum lainnya terdampak. Kabupaten Ende mencatat 447 unit rumah rusak ringan, 308 rusak sedang, dan 360 rusak berat, serta 5 titik ruas jalan rusak.

Berton Panjaitan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak parah. Pemerintah pusat melalui BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, dan TNI-Polri terus melakukan percepatan penanganan darurat, termasuk pemulihan infrastruktur dan distribusi logistik di wilayah terdampak.