Kamis, Juni 4, 2026
BerandaPariwisata dan BudayaDestinasi WisataBupati Edi Paparkan Revitalisasi Penataan Ekosistem Wisata di Kawasan Kuliner Kampung Ujung

Bupati Edi Paparkan Revitalisasi Penataan Ekosistem Wisata di Kawasan Kuliner Kampung Ujung

Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tengah serius melakukan penataan  secara holistik  dan terintegrasi terkait pengembangan ekosistem wisata di kawasan  kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo.

Rencana penataan itu di sampaikan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dalam sambutanya pada agenda sidang paripurna DPRD Manggarai Barat, terkait penyerahan Dokumen pertanggungjawaban ( LKPJ ) Bupati Manggarai Barat, yang berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD setempat, Selasa (3/3/2026).

Di akhir sambutan pertanggungjawaban konstitusional itu, Bupati  Edi memaparkan sejumlah langkah strategis pembangunan daerah, termasuk revitalisasi ekosistem wisata di Kampung Ujung.

Kawasan Kampung Ujung selama ini dikenal sebagai destinasi kuliner andalan Labuan Bajo yang menawarkan beragam olahan seafood segar dengan panorama laut dan sunset yang memukau. Pengunjung dapat menikmati hidangan seperti ikan bakar bumbu kuning dengan sambal gula merah khas Manggarai, lobster, kepiting, hingga udang mantis dengan harga yang sangat mahal.

Dalam sambutannya pada rapat paripurna tersebut, Bupati Edi menyoroti pentingnya membangun ekosistem wisata kuliner yang terintegrasi di Kampung Ujung. Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke “Motor Raya” di Kupang, di mana harga makanan terkendali dengan kisaran Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi berkat ekosistem yang disiapkan dengan baik.

“Ternyata mereka siapkan ekosistemnya, beras disiapkan, lauk disiapkan, lalu para pengelolanya diberi pinjaman 100 juta per pengelola dengan bunga hanya 6% per tahun. Mereka yang mengelola semua ,  kasirnya hanya satu,” ujar Bupati mencontohkan.

Model pengelolaan terpusat seperti itu disebut mampu mengendalikan harga karena bahan baku didistribusikan secara merata dan terkontrol. “Singkat cerita, harga di sana seragam. Tidak ada penetapan harga yang yang tidak teratur. Sementara yang kita punya di Kampung Ujung, tidak ada standar harga yang ditetapkan,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa upaya revitalisasi ini merupakan strategi memberdayakan pelaku UMKM agar hasilnya yang lebih baik.

“Di tengah situasi global yang tidak menentu, kita harus berlomba-lomba menjual paket wisata, termasuk menyiapkan makan minum dengan akumulasi harga yang murah,” tambahnya.

Bupati Edi mengungkapkan bahwa pada tanggal 6 Maret mendatang akan dilakukan presentasi terkait model pengelolaan Kampung Ujung. Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi terhadap beberapa persoalan yang terjadi di kawasan itu, mulai dari kondisi harga yang tidak terkendali hingga masalah sampah.

Sebelumnya, berbagai upaya pembersihan dan penataan memang telah rutin dilakukan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Manggarai Barat secara berkala membersihkan kawasan Kampung Ujung untuk menjamin kenyamanan pengunjung, termasuk membersihkan sampah yang menyumbat saluran air.

Ke depan, wacana pengelolaan Kampung Ujung melalui mekanisme yang lebih profesional harus mampu diwujudkan.

Bupati  Edi optimistis dengan langkah penataan yang akan dilakukan, Kampung Ujung dapat menjadi destinasi wisata kuliner yang semakin representatif, nyaman bagi pengunjung, dan menguntungkan bagi pelaku UMKM lokal.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments