Home Berita Terkini Stunting Asisten Pemerintahan dan kesra Mabar, Tekankan Kolaborasi dan Data Akurat dalam Evaluasi...

Asisten Pemerintahan dan kesra Mabar, Tekankan Kolaborasi dan Data Akurat dalam Evaluasi Bina Bangda

0
169

Penulis : Gonzalez.                                                     Editor : Hanz

Labuan Bajo,InfoMabar;– Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Manggarai Barat, Hilarius Madin, membuka secara resmi kegiatan Evaluasi Penginputan Website Bina Bangda tahun 2025 di aula Kantor Bapeda Kabupaten Manggarai Barat hari ini kamis (18/12/2025)
Hilarius dengan pesan tegas menyampaikan:”Jangan bermimpi mencapai generasi emas di 2045 kalau Manggarai Barat masih menyumbang angka stunting.”

Pernyataan ini menegaskan komitmen pemkab untuk serius menangani isu stunting sebagai langkah mendasar menuju pembangunan SDM unggul.
Hilarius Madin juga menyoroti akar permasalahan stunting yang tidak hanya terkait kemiskinan.

“Pola asuh yang salah oleh keluarga, bahkan bapak mamanya sangat makmur tapi anaknya stunting, ini kondisi yang tidak ideal,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola asuh melalui edukasi berkelanjutan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB), dengan peran maksimal para penyuluh KB dan kader PKK.

“Inilah kenyataan real yang terjadi di kabupaten ini. Oleh karena itu, semua dinas harus mengambil peran,” serunya.

Ia menggarisbawahi bahwa tanpa kerja keras dan kolaborasi aktif, angka stunting akan stagnan dari tahun ke tahun.
Di sisi teknis, evaluasi yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manggarai Barat mengungkap bahwa dari 32 indikator yang wajib diinput berdasarkan target RPJMD, masih ada 3 indikator yang belum terisi. Sementara berdasarkan target RKPD, terdapat 7 indikator yang masih kosong. Data yang diinput terutama berasal dari Dinas Kesehatan, mencakup hasil pengukuran balita per Agustus tahun sebelumnya, serta target prevalensi stunting dari masing-masing OPD sesuai dokumen perencanaan daerah.
Hilarius  juga  berharap penginputan data ke website Bina Bangda dapat membantu intervensi yang lebih tepat sasaran, “yang penting data tervalidasi dengan baik.” Ia meminta agar analisis dilakukan secara mendalam dan update data dilakukan terus-menerus.

“Kerja jangan biasa-biasa saja, mari kerja secara luar biasa,” imbaunya, meski mengakui tantangan anggaran yang menjadi isu nasional.
Ia juga menyampaikan diperlukan upaya lebih integratif. Peran pemerintah daerah sangat diharapkan dalam pemenuhan gizi keluarga melalui peningkatan ketahanan pangan. “Dinas Pertanian , perikanan dan peternakan harus menjadi leading sector untuk pemenuhan gizi keluarga,” tegasnya,

sekaligus menegaskan bahwa edukasi tetap menjadi komponen kunci.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum percepatan pengisian data dan penguatan kolaborasi lintas OPD, serta mendorong intervensi berbasis data yang valid, terukur, dan tepat sasaran, demi menurunkan prevalensi stunting di Manggarai Barat menuju Generasi Emas 2045.