Minggu, Agustus 16, 2026
BerandaBerita TerkiniUpdate Penanganan Bencana Gempa NTT, Hari Kedua : 53 Jiwa Meninggal, 135...

Update Penanganan Bencana Gempa NTT, Hari Kedua : 53 Jiwa Meninggal, 135 Luka-Luka

Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Memasuki hari kedua pascagempa dahsyat yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate jumlah korban, yakni : 53 jiwa meninggal dan 135 luka-luka.

Pemerintah Pusat bersama jajaran TNI/Polri, Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk merespons cepat kebutuhan masyarakat terdampak.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, saat jumpa pers. (Foto : Tildis)

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Labuan Bajo, tepatnya di ruang MBG Lt. 2 Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Abdul Muhari memaparkan bahwa berdasarkan pemutakhiran data hingga sore ini, total korban jiwa tercatat 53 orang meninggal dunia dengan rincian:

Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur: 20 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat: 2 jiwa, Kabupaten Sikka: 4 jiwa, Kabupaten Ende: 2 jiwa dan Kabupaten Nagakeo 1 jiwa.

Sementara itu, 135 orang mengalami luka-luka dan tengah dirawat di fasilitas kesehatan terdekat. Kabar baiknya, hingga saat ini tidak ada daftar pencarian orang hilang yang dilaporkan ke posko-posko tanggap darurat.

“Pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam dan simpati tulus kepada seluruh keluarga korban. Kami berharap jumlah jiwa tidak bertambah,” ujar Abdul Muhari dengan nada penuh empati.

Kepala BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 15.00 WIB, telah terjadi 995 kali gempa susulan. Namun, hanya 46 kali (kurang dari 10 persen) yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Fenomena ini, menurut penjelasan ilmiah, merupakan proses alamiah di mana struktur patahan gempa berupaya kembali stabil.

“Energi yang dilepaskan akan segera meluruh. Kami imbau masyarakat tetap tenang, namun waspada. Periksa struktur rumah masing-masing. Jika ditemukan retakan atau kerusakan, segera laporkan ke aparat RT/RW atau BPBD setempat,” tambahnya.

Data kerusakan rumah yang masuk ke BNPB mencatat: 154 unit rusak berat, 49 unit rusak sedang dan 38 unit rusak ringan.

Abdul Muhari menekankan bahwa angka ini masih akan berkembang seiring proses verifikasi lapangan. “Data yang akurat sangat penting agar hak masyarakat atas bantuan perbaikan rumah dapat segera direalisasikan,” tegasnya.

Di sisi lain, Kementerian PU telah berhasil membersihkan titik longsor di KM 49 Kecamatan Riung, jalur vital yang sempat terputus dan mengganggu distribusi bahan bakar minyak (BBM). Kini truk tangki BBM sudah bisa melintas. Seluruh titik jalan terdampak longsor ditargetkan pulih total maksimal besok (Senin).

Mengikuti arahan Presiden, sejumlah menteri telah langsung turun ke lapangan, antara lain: Menko PMK dan Kepala BNPB di Manggarai, Menteri PU di Manggarai Timur, Mensos di Manggarai Barat, dan Wamenkes di Maumere (Sikka).

Pemerintah Pusat melalui BNPB juga mengaktifkan Posko Nasional & Media Center. Posko logistik nasional di Halim Perdana Kusuma Jakarta, Posko Pendampingan Nasional di Labuan Bajo, Posko Taktis Lapangan di Maumere, dan Media Center di Kantor Bupati Manggarai Barat (tempat konferensi pers berlangsung).

BNPB juga telah menyiagakan 7 unit helikopter dan pesawat Caravan di Labuan Bajo dan Maumere untuk distribusi logistik ke titik-titik sulit, jika diperlukan.

Hingga Minggu (16/08/2026) sore, sudah 4.925 paket telah tiba dan sedang didistribusikan. Sebanyak 3.200 paket untuk Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur (masing-masing 550 paket), serta Sikka dan Ende (masing-masing 550 paket). Sebanyak 1.725 paket tambahan untuk Sikka dan Ende dikirim via udara sore ini dan Sisa 45.075 paket dalam proses pengiriman bertahap.

Tim gabungan pusat-daerah menargetkan fase tanggap darurat dapat diselesaikan dalam 2–3 minggu ke depan, tergantung kondisi di lapangan. Langkah ini diambil agar transisi menuju rekonstruksi bisa berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat segera memulihkan kehidupannya.

“Akses jalan yang pulih akan menentukan optimalisasi pemulihan di sektor lainnya. Kami optimistis, maksimal besok semua jalur sudah bisa dilalui,” pungkas Abdul Muhari.

Pemerintah mengimbau masyarakat dan organisasi yang ingin menyalurkan bantuan untuk menghubungi posko logistik nasional di Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Bandara Labuan Bajo, atau posko di Maumere. Laporan pemadaman listrik atau kebutuhan mendesak lainnya dapat segera dilaporkan melalui call center BNPB 117.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments