Rabu, Juli 22, 2026
BerandaTak BerkategoriAksi Kolosal Bentangan 1.000 Kain Songke Jadi Titik Star Komodo Waterfront Festival...

Aksi Kolosal Bentangan 1.000 Kain Songke Jadi Titik Star Komodo Waterfront Festival 2025

Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Komodo Waterfront Festival (KWF) 2025 di Labuan Bajo, Flores, NTT, resmi dibuka. Aksi kolosal berupa bentangan 1.000 kain Songke Manggarai menjadi titik star dimulainya festival yang akan berlangsung hingga 22 November 2025 di bumi Komodo itu.

Komodo Waterfront Festival (KWF) 2025, yang mengusung tema “Bajo Heritage”, secara resmi dibuka di Labuan Bajo, hari ini, Sabtu (15/11/2025).

Pemukulan gong simbol pembukaan KWF 2025 dimulai. (Foto : Dok. Meruorah)
Pemukulan gong simbol pembukaan KWF 2025 dimulai. (Foto : Dok. Meruorah)

Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh makna, dilaksanakan sejak pukul 06.00 hingga 08.30 WITA, dengan menampilkan aksi kolosal Bentang Kain Songke Manggarai yang melibatkan total 1.507 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari guru, siswa, dosen, hingga mahasiswa.

Acara diawali dengan Karnaval Kebudayaan yang memukau, bergerak dari Puncak Waringin menuju Jalan Soekarno Hatta, di depan Hotel Meruorah Komodo, Labuan Bajo. Karnaval ini menyuguhkan berbagai atraksi seni dan busana tradisional, merangkul semangat “Bajo Heritage”.

Puncak acara ditandai dengan seremoni resmi dan pembentangan massal Kain Songke Manggarai. Acara ini dihadiri dan dibuka secara simbolis oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, dan Direktur Utama PT. Indonesia Ferry Property (IFPRO), Ferry Snyders.

Turut hadir memeriahkan dan menyaksikan pembukaan KWF 2025, para pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai Barat, termasuk Kapolres, Danlanal, Dandim, dan Danramil.

Turut hadir pula unsur strategis pariwisata dan pendidikan, seperti Ketua ASITA, Ketua PHRI, Perwakilan sejumlah sekolah, serta seluruh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat, berikut para staf.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai Barat, Bapak dr. Yulianus Weng, M.Kes, menyampaikan, bahwa festival ini merupakan ajang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa selain keindahan alam, di Labuan Bajo juga ada sisi lain yang sungguh menarik, yakni kekayaan budaya.

“Komodo Waterfront Festival adalah panggung kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Labuan Bajo selain keindahan alam, akan tetapi juga kekayaan budaya yang tak ternilai. Aksi Bentang Kain Songke hari ini adalah penegasan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Manggarai,” ungkapnya.

Acara pembukaan diakhiri dengan pemukulan gong oleh para pejabat sebagai simbolis resminya Komodo Waterfront Festival 2025 dibuka.

Bentang Songke Manggarai, Wujud ‘Bajo Heritage’

 Kegiatan Bentang Kain Songke melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan pendidikan, termasuk Politeknik Elbajo Commodus, SMK Stella Maris, MAN Komodo, SMKN 1 Labuan Bajo, SMAN 1 Komodo, SMPN 1 Komodo, SMP Arnoldus Labuan Bajo, SMAK St. Ignatius Loyola, SMPK St. Ignatius Loyola, dan SMK St. Yosefa.

Bentangan 1.000 Kain Songke. (Foto : Dok. Meruorah)
Bentangan 1.000 Kain Songke. (Foto : Dok. Meruorah)

Aksi kolosal ini memiliki makna yang sangat mendalam sesuai dengan tema festival yakni Bajo Heritage, diantaranya :

Simbol Kebanggaan dan Pelestarian Budaya: Pembentangan kain Songke khas Manggarai yang masif (target seribu bentang kain) merupakan wujud nyata dari kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur dan upaya melestarikan tradisi tenun Songke.

Penghormatan terhadap Akar Budaya: Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan mendalam terhadap akar budaya Manggarai Barat, memastikan festival bertaraf internasional ini tetap berlandaskan pada kearifan lokal.

Memperkuat Citra Labuan Bajo: Bentangan Songke menunjukkan kekayaan budaya Labuan Bajo dan memperkuat citranya sebagai destinasi wisata unggulan kelas dunia berbasis kearifan lokal.

Simbol Kebersamaan dan Penyambutan: Aksi ini menjadi simbol kebersamaan dan sambutan hangat masyarakat Manggarai Barat untuk seluruh wisatawan (lokal dan asing) yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Rangkaian Acara Komodo Waterfront Festival 2025 berlanjut hingga 22 November dengan jadwal yang beragam, diantaranya:

15 November : Karnaval budaya dan bentang Songke

16 November : Pelatihan & Kompetisi memasak cita rasa lokal dengan Guest star culinary chef yang yang sudah mengikuti championship culinary di berbagai negara.

18 & 19 November : Pelatihan dan Kompetisi Mixology bersama Gede Ngurah Udayana (Legenda Bartender Indonesia) dan Eka Jager (Top 10 Legenda Bartender Flair Dunia).

19 November : Pameran budaya di lobby hotel dan Final Komodo Idol 3.

20 – 22 November: Pembukaan Bazaar UMKM seni, budaya dan kuliner

21 November : Kompetisi tarian dan talenta di Bajo Got Talent.

22 November (Puncak Acara) : Sendratari modern, Komodo Idol Grand Final, Fashion Show, dan hiburan musik lainnya.

Masyarakat dan wisatawan diundang untuk turut serta dan menyaksikan kemeriahan seluruh rangkaian Komodo Waterfront Festival 2025 yang menggabungkan warisan budaya, kuliner, dan hiburan.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments