Labuan Bajo, InfoMabar,- Para Pengrajin tenun di wilayah Lembor dan Lembor Selatan memberikan ‘acungan jempol’ kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai Barat. Apresiasi diberikan karena Dekranasda Manggarai Barat kerap memfasilitasi dan memberi pelatihan untuk peningkatan kapasitas.
Ibu Rofina Kartini, salah seorang penenun di Lembor Selatan, sebagaimana Release yang diterima media ini Sabtu (15/11/2025) pagi, mengakui pihaknya telah mengikuti berbagai pelatihan yang telah difasilitasi oleh Dekranasda.

“Saat ini saya bersama sejumlah kelompok penenun kembali mengikuti pelatihan menjahit, yang dilangsungkan selama tiga hari ini, dari tanggal 12 hingga 14 November 2025,” aku Ibu Roifina.
Fokus pelatihan menjahit kali ini, katanya, lebih kepada menjahit, dan mendesign perhiasan sofa dan perhiasan tempat tidur hotel berbahan dasar tenun lokal.
Dia menjelaskan, pelatihan yang di berikan oleh Dekranasda Manggarai Barat sangat membantu untuk meningkatkan kemampuan para penenun, sehingga mampu memanfaatkan kain tenunan sisa yang ukuran kecil, untuk dimanfaatkan sebagai bahan modifikasi penghias sofa, meja dan penghias tempa tidur.
“Kami sangat senang sekali, dan berterimakasih kepada Dekranasda Manggarai Barat yang telah memfasilitasi memberikan pelatihan bagi kelompok tenun, kami beri apresiasi memberikan acungan jempol bagi Dekranasda Mabar,” ujar ibu Rofina Kartini, pasca penutupan kegiatan pelatihan menjahit produk Turunan Tenun, yang berlangsung di gedung Centra IKM di Wae Nakeng, Juma,at (14/11).
Dalam kesempatan itu ibu Rofina juga menitip pesan melalui Dekranasda, agar Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat turut membantu untuk mempromosikan hasil produk kerajinan para penenun di wilayah itu kepada pemilik hotel di Labuan Bajo.
Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat, Ibu Melly Weng, saat menutup kegiatan pelatihan menjahit Produk Turunan Tenun mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan kepada para penenun yang walaupun sudah tergolong usia tidak muda lagi, namun masih semangat dalam mengikuti pelatihan menjahit.
Ibu Melly mengatakan bahwa Dekranasda selalu memberikan pelatihan dalam rangka untuk meningkatkan keterampilan para penenun. Dengan harapan, hasil produk akan lebih baik dan hasilnya mampu meningkatkan ekonomi keluarga.
“Terimakasih buat panitia, dan juga terimakasih bagi peserta, yang walaupun terbilang sudah tua, namun tetap semangat dalam mengikuti kegiatan, usia boleh tua, namun semangat luar biasa” tutur mama Melly.

Dalam kesempatan itu, Ibu Melly juga meminta kepada para peserta agar hasil kerajinan mereka berupa perhiasan sofa dan perhiasan tepat tidur, sebelum di jual ketetangga, RT, desa dan kepada pihak luar, minimal produknya bisa digunakan sendiri dirumah masing-masing.
Ke depan, produk kerajinan para pengrajin bisa dipasarkan di Labuan Bajo dengan harapan produk yang dihasilkan harus semakin baik, sesuai kebutuhan pasar.
Untuk diketahui, Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat memberikan pelatihan menjahit untuk sejumlah kelompok tenun di Lembor dan Lembor Selatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis menjahit peserta, agar mampu membuat produk hotel dengan standar kualitas yang baik.
Memperkenalkan design dan trend produk hotel modern, yang memadukan unsur budaya lokal melalui pengunaan kain tenun daerah,.Mendorong pengunaan kain tenun lokal sebagai material unggulan untuk memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk daerah.
Dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta melalui pembuatan produk yang memiliki peluang komersial tinggi disektor hotel dan pariwisata serta membangun jejaring kerja sama antara Dekranasda pelaku UMKM dengan pihak hotel dalan pemasaran produk hasil pelatihan.
Menurut ketua panitia pelaksana, Maria Yulita Karolina, sebanyak 15 peserta yang mengikuti pelatihan ini yang berasal dari empat desa di Lembor dan Lembor Selatan dengan menghadirkan dua Narasumber dan Instruktur, yakni Om Belasius dan Mba Yeni. (Frumens)***


