Penulis: Sebinus, Gery Foto : Mathildis Editor : Hans
Labuan Bajo-Info Mabar: Mendagri Muhamad Tito Karnavian menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci keberhasilan pembangunan nasional.
Otonomi Daerah bukan sekadar kewenangan administratif, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,”tegasnya.

Penegasan itu disampaikan Mendagri dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Manggarai Barat NTT Edistasius Endi saat apel memperingati Hari Otonomi Daerah ke- 30 yang jatuh pada tanggal 25 April 2026 tingkat Kabupaten Manggarai Barat yang berlangsung di halaman kantor bupati Manggarai Barat Senin (27/04/2026).
Mendagri menegaskan bahwa semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel. “Indonesia adalah negara besar, bukan hanya dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk, melainkan juga dari keragaman budaya, sumber daya, dan potensi daerahnya. Namun kehebatan ini tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan sinergi dan kolaborasi yang solid antara tingkatan pemerintahan,” ujar Mendagri dalam sambutan yang dibacakan Bupati Edi.
Tema peringatan tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita,” dimaknai sebagai simbol kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal untuk bersama-sama mewujudkan harapan besar bangsa Indonesia. Mendagri menekankan bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta koordinasi yang baik, menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa kesatuan fisik, kebijakan strategis, serta langkah implementasi yang sinkron dan berkelanjutan di setiap tingkatan pemerintahan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas.
Beberapa prioritas strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, menurut Mendagri, meliputi: program kerja prioritas nasional yang terbagi dalam 8 klaster (kelautan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan); reformasi birokrasi melalui digitalisasi terpadu; upaya kemandirian fiskal daerah; penguatan kolaborasi antar daerah; peningkatan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan; serta penguatan stabilitas dan ketahanan daerah yang tercermin dari pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Mendagri juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas daerah melalui tiga fokus utama: penguatan sumber daya manusia (pelatihan, sertifikasi, beasiswa), peningkatan kapasitas keuangan daerah (optimalisasi PAD, APBD berbasis kinerja, kerja sama perbankan), serta penguatan kelembagaan dan tata kelola (reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas).
Di akhir sambutannya, Mendagri mengucapkan selamat Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. “Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak bagi terwujudnya pemerintahan daerah yang lebih baik. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan petunjuk dan pertolongan kepada kita semua dalam upaya membangun bangsa dan negara yang kita cintai,” tutupnya.
Apel Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 tingkat Kabupaten Manggarai Barat ini di pimpin oleh Bupati Edistasius Endi dan di hadiri oleh Unsur Forkopimda, ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Sekretaris daerah Fransiskus S. Sodo, staf ahli bupati, para Asisten sekda, pimpinan OPD, jajaran TNI/ Polri , instansi vertikal, BUMN/BUMD serta staf ASN lingkup pemda Manggarai barat serta undangan lainnya.

Upacara peringatan berlangsung dengan tertib dan lancar, mencerminkan komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai otonomi daerah dalam pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah.


