Home Berita Terkini 1 Korban Meninggal di Mabar Akibat Tertimpa Bangunan Karena Gempa 7,7 SR

1 Korban Meninggal di Mabar Akibat Tertimpa Bangunan Karena Gempa 7,7 SR

0
154
Salah 1 Korban yang dievakuasi di Puskemas Nanga Terang, akibat gempa Mbay. (Foto : Ist.)
Penulis: Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Duka menyelimuti Kabupaten Manggarai Barat pascabencana gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mengonfirmasi satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, membenarkan kabar duka tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/8/2026) sore.

Mobil Ambulance Puskesmas Golo Welu yang tertimpa reruntuhan banganan pasca gempa. (Foto : Ist.)

“Laporan yang kami terima hingga detik ini, satu orang meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan,” ujar Theresia. Korban jiwa tersebut teridentifikasi sebagai seorang perempuan lansia berusia 70 tahun dari wilayah kerja Puskesmas Nanga Terang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan sejumlah warga mengalami cedera dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

“Ada yang sedang dalam proses perawatan karena patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Pasien yang kondisinya kritis sudah kami evakuasi ke RSUD Komodo. Sementara bagi korban yang cedera ringan, penanganan dilakukan di Puskesmas setempat atau melalui rawat jalan,” jelasnya.

Pendataan terkait total korban cedera maupun kerusakan infrastruktur kesehatan hingga saat ini masih berlangsung. Pihaknya terus berkordinasi dengan jajaran di tingkat bawah guna mengumpulkan data terbaru.

“Korban lainnya masih terus ditelusuri. Kami masih menunggu update berkala dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di seluruh wilayah Manggarai Barat,” tambah Theresia.

Langkah cepat respons darurat juga telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dengan berkoordinasi langsung ke tingkat pusat. Pihaknya telah melaporkan gambaran menyeluruh kondisi pascagempa kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pusat Krisis Kemenkes via konferensi video.

Laporan tersebut mencakup eskalasi dampak kerusakan, rincian korban jiwa dan luka-luka, hingga pemetaan ketersediaan alat kesehatan serta persediaan obat-obatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan se-Kabupaten Manggarai Barat.***