Home Berita Terkini Pasca Gempa, Sejumlah DTW Aman, Pariwisata Labuan Bajo Tak Terganggu

Pasca Gempa, Sejumlah DTW Aman, Pariwisata Labuan Bajo Tak Terganggu

0
77
Sejumlah wisatawan di salah satu destinasi wilsata di Labuan Bajo. (Foto : Ist.)
Penulis: Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Kegiatan pariwisata di Labuan Bajo dipastikan tetap berjalan normal dan tidak terganggu pascagempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Sebagian besar Daya Tarik Wisata (DTW) dan fasilitas penunjang di kawasan tersebut dilaporkan berada dalam kondisi aman.

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/8/2026) petang.

Kadis Pariwisata Mabar, Peter A. Rasyid, pada salah satu kegiatan pemerintah. (Foto : Dok. IKP Kominfo)

“Hanya ada dua DTW yang mengalami kerusakan ringan pascagempa, yakni Puncak Waringin dan Ngalor Kalo di Kecamatan Lembor. Selain dari dua lokasi itu, seluruh DTW lainnya berada dalam kondisi aman,” ujar Peter.

Meski demikian, sebagai langkah antisipasi dan keselamatan, pihak otoritas memutuskan untuk menutup sementara salah satu destinasi wisata alam.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait, DTW Gua Rangko untuk sementara ini ditutup. Seluruh kegiatan di kawasan tersebut dihentikan demi keamanan dan keselamatan pengunjung,” tegasnya.

Terkait dengan fasilitas akomodasi dan industri pariwisata, Peter menjelaskan bahwa sebagian besar hotel beroperasi tanpa kendala berarti, kecuali satu unit hotel yang mengalami kerusakan cukup signifikan.

“Berdasarkan komunikasi dengan pihak manajemen hotel, hanya Hotel Jayakarta yang mengalami kerusakan. Selain itu, sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa di area perhotelan lain, dan pemantauan kondisi industri pariwisata masih terus dilakukan,” lanjutnya.

Mengenai data wisatawan yang terdampak gempa, Dinas Pariwisata bersama instansi terkait masih terus mengumpulkan data akurat di lapangan.

Kendati terdapat beberapa kerusakan infrastruktur ringan hingga sedang, ritme aktivitas wisatawan di Labuan Bajo tetap dinamis. Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat hingga pukul 14.27 WITA, pergerakan kapal wisata menuju berbagai destinasi bahari masih berlangsung padat.

Tercatat sebanyak 251 kapal telah berlayar meninggalkan pelabuhan Labuan Bajo, di mana 102 hingga 109 di antaranya merupakan kapal Live on Board (LOB). Angka ini menjadi bukti nyata bahwa aktivitas pelayaran dan layanan pariwisata di Manggarai Barat tetap beroperasi dengan aman pasca gempa.***