Home Berita Terkini Dampak Gempa 7,7 SR, Pasien di Sejumlah Faskes di Mabar Dilayani Darurat...

Dampak Gempa 7,7 SR, Pasien di Sejumlah Faskes di Mabar Dilayani Darurat di Luar Ruangan

0
33
Para pasien yang dirawat di tenda darurat. (Foto : Ist.)
Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) pagi, sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Manggarai Barat sempat mengevakuasi dan melayani pasien secara darurat di luar gedung.

Langkah tanggap darurat ini diterapkan di berbagai faskes, mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Rumah Sakit Siloam, hingga tingkat Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Penanganan darurat luar ruangan dilakukan demi menjamin keselamatan pasien dari potensi bahaya reruntuhan atau gempa susulan.

Camat Welak, Heribertus Manggas (berdiri), saat meninjau pasien di Puskesmas Orong yang dirawat di luar ruangan. (Foto : Ist.)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, melaporkan situasi tersebut secara berkala kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Manggarai Barat melalui WhatsApp Group Koordinasi Pimpinan Mabar.

Untuk menunjang kenyamanan serta keamanan pasien selama penanganan di area terbuka, Dinas Kesehatan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat guna mendirikan tenda-tenda darurat.

Merespons laporan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Oktavianus Andi Bona, langsung menginstruksikan jajarannya mendistribusikan sarana pendukung, logistik, dan tenda darurat ke faskes yang membutuhkan.

Meski demikian, penanganan medis di luar ruangan tidak berlangsung lama. Pelayanan di tenda darurat hanya dilakukan selama beberapa jam pada pagi hari pascagempa.

Sebagaimana dilaporkan Plt. Direktur RSUD Komodo, Paulus Ndarung, bahwa setelah dipastikan kondisi bangunan aman dari kerentanan struktur, seluruh pasien yang sebelumnya dirawat di luar gedung telah dipindahkan kembali ke ruang perawatan di lantai 1 RSUD Komodo pada pukul 13.40 WITA.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat tentang jumlah korban jiwa akibat gempa berkekuatan 7,7 Scala Richter ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia P. Asmon yang dihubungi via selulernya mengaku masih zoom dengan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI.

“Sebentar saya update. Mohon maaf, saya masih zoom dengan Pusat Krisis Kemenkes,” tulis Kadis Theresi melalui WhatsApp.***