Home Berita Terkini Perkuat Basis Informasi Administratif, Pemkab Mabar Susun Profil Perdagangan dan Perindustrian

Perkuat Basis Informasi Administratif, Pemkab Mabar Susun Profil Perdagangan dan Perindustrian

0
24
Infografis Profil Perdagangan dan Perindustrian Kab. Manggarai Barat.
Sumber : Release Disdagrin 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyusun Profil Perdagangan dan Perindustrian tahun 2021 hingga Juni 2026. Profil ini disusun sebagai basis informasi administratif untuk memperkuat perencanaan, pembinaan usaha, pengembangan IKM, pengawasan, serta pengelolaan rantai pasok daerah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menjelaskan bahwa profil tersebut menyatukan data perdagangan historis 2021-2025 dengan data perdagangan dan perindustrian Januari-Juni 2026. “Sepanjang 2021-2025 tercatat 3.148 record aktivitas/KBLI perdagangan. Pada 2025 terdapat 574 NIB unik, sementara struktur data tahun tersebut didominasi usaha mikro,” jelas Kadis Adrianus, sebagaimana dalam release yang diterima InfoMabar Rabu (30/09/2026).

Infografis Data Terpadu. (Dok. Disdagrin Mabar)

Untuk Semester I 2026, kata Kadis Adriaus, basis data mencatat 1.024 record administrasi lintas sektor. Setelah dilakukan pembacaan dengan unit yang lebih aman untuk mengendalikan duplikasi, terdapat 655 ID proyek unik, yang terdiri atas 499 proyek unik perdagangan dan 156 proyek unik perindustrian. Jumlah NIB unik gabungan lintas sektor tercatat sebanyak 334.

Data perindustrian Semester I 2026 menunjukkan basis IKM yang sangat kuat. Dari 156 proyek unik perindustrian, 141 proyek atau 90,4 persen tercatat sebagai usaha mikro. Kelompok kegiatan yang menonjol meliputi industri kerupuk/keripik/peyek, penggilingan aneka umbi dan sayuran, produk roti dan kue, produk makanan lainnya, serta pengolahan kopi. Struktur tersebut membuka ruang penguatan hilirisasi pangan lokal, mutu, kemasan, standardisasi, pemasaran, pembiayaan, dan kemitraan dengan rantai pasok pariwisata.

Secara spasial, Kecamatan Komodo menjadi pusat utama aktivitas perdagangan dan perindustrian. Dari 655 proyek unik gabungan pada Januari-Juni 2026, 466 proyek atau sekitar 71,1 persen berada di Kecamatan Komodo. Pada tingkat desa/kelurahan, Wae Kelambu, Batu Cermin, Gorontalo, Labuan Bajo, dan Golo Bilas menjadi simpul penting. Di sisi lain, Mbeliling memperlihatkan karakter yang menonjol pada sektor perindustrian.

Profil juga menegaskan bahwa perdagangan dan perindustrian tidak seharusnya dibaca sebagai sektor yang berdiri sendiri. Rantai nilai daerah perlu dilihat secara terpadu dari produksi dan pengolahan, gudang/cold storage, distribusi, pasar rakyat dan toko, hingga hotel, restoran, kapal wisata, dan kanal digital. Pendekatan tersebut penting agar pelaku usaha lokal memperoleh ruang yang lebih besar dalam ekonomi pariwisata Manggarai Barat.

Dari sisi tata kelola data, Disdagrin mengarahkan profil ini menjadi salah satu modul analitik dalam SIMON DAGRIN. Arsitektur yang disarankan menghubungkan master pelaku usaha, aktivitas/proyek, perdagangan, perindustrian, sarana, kinerja, dan audit data. Alur manajemennya adalah: Data -> Validasi -> Analisis -> Early Warning -> Keputusan -> Penugasan -> Monitoring -> Evaluasi -> Dokumentasi.

Kadis Adrianus memberi penegasan bahwa profil ini bukan sekedar pengumpulan angka, tetapi menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan. “Profil ini bukan sekadar kumpulan angka administrasi. Data harus kita ubah menjadi dasar keputusan: siapa pelaku usaha yang perlu dibina, komoditas dan rantai pasok mana yang harus diperkuat, wilayah mana yang perlu mendapat perhatian, serta bagaimana IKM lokal dapat masuk lebih kuat ke pasar dan rantai nilai pariwisata. Karena itu, kami mendorong satu basis data yang tervalidasi, terintegrasi, dan terus diperbarui melalui SIMON DAGRIN,” jelasnya.

Sebagai prioritas untuk tindak lanjut, lanjut Kadis Adrianus, pihaknya menetapkan sejumlah poin prioritas tindak lanjut, diantaramnya :

  • mengesahkan data dictionary dengan NIB sebagai master identitas dan ID proyek sebagai kunci aktivitas;
  • membangun baseline perindustrian melalui rekonsiliasi OSS/SIINas dan pendataan lapangan;
  • memprioritaskan pendataan dan pembinaan IKM pangan, termasuk kapasitas, bahan baku, SKU, mutu, sertifikasi, kemasan, dan pasar;
  • mengintegrasikan IKM dengan pemasok, pedagang, pasar, gudang, hotel/restoran, kapal wisata, dan kanal digital;
  • mengembangkan dashboard wilayah hingga desa/kelurahan serta pemutakhiran data minimal triwulanan;
  • memasukkan indikator kinerja riil seperti produksi, omzet, stok, harga, volume transaksi, utilisasi kapasitas, tenaga kerja unik, kemitraan, dan akses pasar.

Sebagai catatan interpretasi data, Kadis Adrianus memberi penegasan bahwa Profil ini bersifat administratif. “Angka record tidak otomatis sama dengan jumlah pelaku usaha unik, omzet, realisasi investasi, tenaga kerja unik, atau pertumbuhan ekonomi riil. Data perindustrian historis 2021-2025 belum tersedia dalam sumber konsolidasi yang digunakan, sehingga tidak direkonstruksi secara estimatif. Publikasi angka investasi juga harus dibedakan antara nilai tercatat dan realisasi yang telah terverifikasi,” tutupnya.