Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniWabup Yulianus Weng: Santri Garda Terdepan Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Wabup Yulianus Weng: Santri Garda Terdepan Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia

Penulis : Tian Candra

Labuan Bajo, InfoMabar-Dalam suasana penuh syukur dan khidmat, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes mengajak seluruh santri untuk terus menjadi penjaga moral bangsa dan garda terdepan dalam mengawal kemerdekaan Indonesia menuju peradaban dunia. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 tingkat Kabupaten Manggarai Barat, yang berlangsung di Madrasah Aliyah (MA) Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Rabu (22/10/2025).

Wakil Bupati Yulianus Weng bertindak sebagai Inspektur upacara dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025 Tingkat Kab. Manggarai Barat. (Foto: Afri Prokopim)

Dalam pidatonya, Wabup Yulianus menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan, merebut, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia mengingatkan kembali sejarah penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, yang merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan K.H. Hasyim Asy’ari tahun 1945.

“Resolusi jihad inilah yang melahirkan semangat perjuangan rakyat dan memuncak pada peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini kita kenal sebagai Hari Pahlawan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yulianus Weng menegaskan bahwa sejak dahulu hingga kini, santri selalu hadir dalam setiap fase perjuangan bangsa, baik dalam mempertahankan maupun mengisi kemerdekaan. Santri, kata dia, adalah penjaga moral bangsa, benteng akidah, dan penegak kebangsaan yang menempatkan cinta tanah air sebagai bagian dari iman.

“Bagi santri, mencintai tanah air bukan sekadar semboyan, tetapi manifestasi dari keimanan,” tegasnya.
“Menjaga kedaulatan bangsa, menghormati perbedaan, serta menegakkan keadilan sosial merupakan bagian dari ibadah.”

Menurut Wabup, tantangan santri masa kini telah berubah. Perjuangan tidak lagi melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan kebodohan, kemiskinan, hoaks, dan degradasi moral. Karena itu, ia menekankan pentingnya santri menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menjadi agen perubahan dan pelopor digitalisasi yang bijak.

“Santri masa kini harus menjadi pelopor anti-radikalisme, anti-hoaks, dan anti-korupsi. Gunakan teknologi untuk berdakwah, berkarya, dan berinovasi,” pesannya.

Di akhir sambutan, Yulianus Weng mengajak seluruh pihak — pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat — untuk terus bersinergi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan kemanusiaan.

“Semoga santri-santri Indonesia, khususnya santri Manggarai Barat, terus mengawal kemerdekaan dengan ilmu, amal, dan akhlak hingga mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang beradab dan unggul di mata dunia,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments