penulis : Sebinus Editor : Hans
Labuan Bajo, Info Mabar– Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus mendampingi Menteri Pariwisata RI dalam rangkaian pembukaan Festival Golokoe ke-5 Tahun 2026 di Waterfront Labuan Bajo, Senin (10/8/2026) sore.
Dalam sambutannya, Uskup Maksi menyebut festival ini sebagai ruang perjumpaan dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pariwisata yang berdampak bagi masyarakat lokal.
“Dan kolaboratif Festival Golo Koe kembali kita nikmati pada tahun ini, pada tahun yang ke-5, dan tahun ke-2 Festival Golo Koe masuk dalam Karisma Event Nasional Top 10,” ujar Uskup Maksi di hadapan Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardana, Wakil Bupati Yulianus Weng, dan tamu undangan lainnya.

Uskup Maksi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten yang telah menjadikan Festival Golokoe sebagai salah satu andalan Karisma Event Nusantara.
“Kita berterima kasih atas kepercayaan dari pemerintah pusat, yang telah menjadikan KEN ini untuk kedua kali pada tahun ini menjadi salah satu dari Karisma Event Nasional andalan,” katanya.
Ia berharap festival ini kembali dipercaya masuk Top 10 KEN 2027. “Mudah-mudahan Festival Golok Koe akan menjadi salah satu dari catatan di dalam ingatan Ibu Menteri, sehingga tahun depan bisa dipercaya lagi menjadi salah satu Top 10 2027 yang akan datang,” ujarnya.
Uskup menjelaskan makna Golokoe dalam bahasa Indonesia adalah “bukit kecil”. Namun menurutnya, dampaknya sangat besar.
“Golok Koe Ibu Menteri dalam bahasa Indonesia berarti bukit kecil, namun bukit kecil itu tentu akan berdampak besar, mulai 5 tahun lalu dan pada tahun ini, kemudian pada tahun-tahun yang akan datang,” katanya.
Ia menegaskan festival ini bagian dari itikad bersama mengisi label “Pariwisata Super Premium” Labuan Bajo agar pertumbuhannya memberi dampak konstruktif bagi masyarakat lokal.
Dalam sambutan, Uskup Maksi juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah gempuran pariwisata.
“Labuan Bajo ini yang dianugerahi dengan keindahan paripurna oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, ketika tidak dijaga, keindahan paripurna itu juga akan mengalami erosi dari waktu ke waktu,” tegasnya.
“Ketika kita menentukan pilihan bahwa pariwisata menjadi salah satu andalan kita, maka apa pun aktivitas atau kebijakan yang mengancam keberlangsungan lingkungan ekologis, saya kira itu berlawanan dengan itikad kita bersama,” tambahnya.
Ia berharap kolaborasi dalam festival ini menghasilkan kegiatan yang berdampak, terutama bagi masyarakat lokal yang “mungkin akan tertinggal dari kereta pembangunan pariwisata”.
Uskup juga mengapresiasi panitia, media, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang mendukung festival selama 5 tahun ini.

“Dari tempat ini, saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah: pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten teristimewa yang sudah berkolaborasi,” ujarnya.
Menutup sambutan, Uskup Maksi mengundang Menteri Pariwisata untuk secara resmi membuka Festival Golokoe 2026 yang akan berlangsung selama 6 hari hingga 15 Agustus.
“Mari kita menikmati seluruh rangkaian acara festival kita sepanjang 6 hari ini dengan penuh sukacita, dengan semangat persaudaraan, dengan kegembiraan yang Tuhan anugerahkan,” pungkasnya.


