Labuan Bajo, InfoMabar – Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores masih terasa berat bagi masyarakat Kabupaten Manggarai Barat. Berdasarkan data Dashboard Realtime Dampak Bencana per Rabu (26/8/2026), tercatat sebanyak 27.699 jiwa dari 7.777 Kepala Keluarga (KK) terdampak, yang tersebar di 12 kecamatan di wilayah tersebut.
Data terbaru yang dihimpun tim media ini menunjukkan bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada ribuan unit rumah warga. Secara keseluruhan, jumlah unit rumah yang mengalami kerusakan di semua kategori mencapai 9.742 unit. Rinciannya, sebanyak 4.831 unit mengalami kerusakan berat, 1.598 unit kerusakan sedang, dan 3.313 unit kerusakan ringan.
Jika melihat data , Kecamatan Lembor mencatat jumlah rumah rusak terbanyak dengan 1.469 unit, diikuti oleh Kuwus (1.195 unit) dan Welak (1.106 unit). Namun, dari jumlah jiwa terdampak, Boleng mencatat angka tertinggi dengan 4.940 jiwa, disusul Kuwus (4.436 jiwa) dan Kuwus Barat (3.492 jiwa).

Hingga saat ini, tim data yang merupakan gabungan ASN dari seluruh OPD lingkup Pemda Kabupaten Manggarai Barat di bawah pimpinan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Salvador Pinto, tidak lagi menginput data baru. Tim saat ini hanya fokus melakukan verifikasi nama, NIK, dan KK sesuai dengan data yang telah masuk.
Pantauan media ini di Posko Tanggap Darurat Gempa Kabupaten Manggarai Barat, aktivitas pendistribusian bantuan masih terus berjalan. Logistik yang didroping hari ini, Rabu (26/8/2026), antara lain:
Puskesmas Nanga Terang, Kec. Boleng
· Tenda pengungsi – 1 unit
· Selimut – 1 karung (50 pcs)
· Tenda keluarga – 3 unit
Kantor Camat Kuwus Barat
· Tenda pengungsi – 1 unit
Puskesmas Wae Kanta, Kec. Lembor
· Tenda keluarga
· Karpet besar – 1 karung
Puskesmas Wae Nakeng, Kec. Lembor
· Tenda pengungsi
· Selimut – 1 karung (50 pcs)

Hingga berita ini diturunkan, proses tanggap darurat masih terus dilakukan dan koordinasi antarinstansi tetap berjalan guna memastikan bantuan menjangkau seluruh masyarakat terdampak.


