Home Tak Berkategori Pemkab Mabar Alihkan Aktualisasi Latsar 43 CPNSD ke Posko Bencana Gempa

Pemkab Mabar Alihkan Aktualisasi Latsar 43 CPNSD ke Posko Bencana Gempa

0
167
Kepala BKPSDMD, Thomas Faran dan Kasat Pol PP Mabar, Yeremias Ontong, saat memberi pengarahan kepada para CPNSD di Posko Bencana Mabar. (Foto : Gonsalez)
Penulis: Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemkab Manggarai Barat, mengalihkan aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) bagi 43 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke Posko Bencana Gempa Flores. Pengalihan Latsar itu merupakan hasil koordinasi dengan BPKSDMD Propinsi NTT.

Sebagaimana disaksikan media ini, 43 orang CPNSD ini resmi menerima arahan teknis di Posko Bencana Gempa Flores, Kantor BPBD kabupaten Manggarai Barat hari ini Rabu (26/8/2026).

Kepala BPKSDMD, Thomas Faran (kanan) saat memberikan pengarahan. (Foto : Gonsalez)

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Manggarai Barat, Thomas Faran.

Ke-43 CPNS itu awalnya tengah menjalani Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS ketika gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Flores. Melalui koordinasi cepat antara BKPSDMD Kabupaten Manggarai Barat, BKPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), para peserta dialihkan untuk bertugas nyata di lapangan sebagai bentuk aktualisasi dari materi pelatihan yang mereka terima.

“Penugasan ini merupakan bentuk aktualisasi dari materi pelatihan yang mereka terima, dengan fokus pada kegiatan penanggulangan bencana daerah,” jelas Thomas Faran kepada

Dalam arahannya, Thomas Faran menekankan pentingnya pembuatan laporan harian sebagai bagian dari dokumentasi aktualisasi. Setiap peserta diwajibkan menyusun laporan secara mandiri dengan narasi yang runtut.

“Laporan harus dibuat setiap hari dengan narasi yang jelas, mulai dari kegiatan apa yang dilakukan, jam pelaksanaan, hingga dokumentasi foto. Jangan hanya menyiapkan dokumen tanpa narasi,” tegasnya.

Laporan harian tersebut wajib dikirimkan kepada BPSMD sebagai bentuk pertanggungjawaban tertulis. Para peserta diberikan keleluasaan untuk menyusun sendiri laporan kegiatan mereka guna melatih kemandirian dan tanggung jawab.

Ditegaskan Thomas Faran, bahwa keputusan menerjunkan 43 CPNS ini diambil untuk memberikan pengalaman nyata kepada aparatur sipil negara dalam menghadapi situasi darurat.

“Ini merupakan bentuk pembelajaran langsung di lapangan. Mereka tidak hanya duduk di kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam upaya kemanusiaan. Semua kegiatan ini akan menjadi bagian dari penilaian kelulusan pelatihan dasar mereka,” jelas Faran.

Acara arahan teknis diakhiri dengan pengarahan dari Kepala Pelaksana BPBD yang akan menerbitkan surat tugas resmi bagi seluruh peserta. Selanjutnya, para CPNS yang dinyatakan siap akan diterjunkan ke lapangan untuk membantu distribusi logistik ke Puskesmas dan sejumlah wilayah terdampak.

“Yang penting adalah implementasi nyata di lapangan, bukan sekadar administrasi. Tunjukkan pengabdian melalui aksi nyata,”

Tapi ingat jaga keselamatan kalian dalam menjalankan tugas pungkas Thomas Faran mengakhiri arahannya.

Kasat Pol PP Mabar, Yeremias Ontong (tengah) saat memberi pengarahan. (Foto : Gonsalez)

Sementara itu, Kepala Satuan Pol PP Manggarai Barat, Yeremias Ontong, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, , memaparkan sejumlah tugas pokok yang harus dijalankan para CPNS selama bertugas di posko, meliputi antara lain : Pengecekan logistik masuk sesuai surat jalan; Penghitungan dan pencatatan barang bantuan seperti air, makanan, dan pakaian; Penempatan logistik di tiga gudang sesuai jenisnya; Penghitungan stok keluar dan masuk secara harian; Serta pendampingan pengiriman logistik ke lapangan, khusus bagi peserta laki-laki.

“Tugas utama yang harus diingat adalah menyelamatkan korban bencana. Itu tugas mulia yang sudah mendapatkan nilai pengabdian,” ujar Yeremias mengingatkan.

Yeremias juga menegaskan bahwa setiap peserta wajib mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan, baik berupa foto pribadi saat bertugas maupun foto kebersamaan dengan tim. Surat tugas resmi akan diterbitkan oleh BPBD dengan masa penugasan yang jelas, sedangkan daftar hadir harus diisi setiap hari sebagai bukti kehadiran.

“Jangan sampai daftar hadir diisi borongan satu kali. Ini untuk melatih tanggung jawab dan kedisiplinan,” tegasnya.

Para peserta juga diharapkan aktif membantu kegiatan lain di posko, seperti bongkar muat logistik. “Angkat barang yang berat, jangan cuma di belakang,” ujar salah satu pejabat yang turut mendampingi.

Meski bertugas di posko, peserta dibebaskan dari mengikuti kelas daring selama jam tugas, namun tetap diwajibkan mengikuti pembelajaran kembali setelah jam tugas selesai.

Setelah mengikuti arahan tersebut ke 43 CPNS tersebut melanjutkan tugasnya meloading logistikĀ  dan diantar hari iniĀ  ke beberapa kecamatan, di kabupaten Manggarai Barat.***