Home Berita Terkini Ungkap Identitas Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Edi Dorong DLH Siapkan Sayembara Rp.10...

Ungkap Identitas Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Edi Dorong DLH Siapkan Sayembara Rp.10 Juta

0
92
Sampah berserakan dan dibuang tidak pada tempatnya. (Foto : Ist.)
Penulis : Mathildis 
Editor: Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Mengatasi masalah sampah di Labuan Bajo, kini tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang biasa. Dinas Lingkungan Hidup harus kreatif, misalnya dengan sayembara senilai Rp.10 juta untuk masyarakat yang bisa mengungkap identitas pelaku Littering atau pembuang sampah di sembarang tempat. Sertai pula mekanisme denda yang memberatkan untuk pelaku, agar jera.

Demikian salah satu poin penegasan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam amanatnya pada Apel Kekuatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (2/11/2026) pagi.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat memberikan arahan. (Foto : Dokumentasi IKP)

Dalam arahannya, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk lebih kreatif dan berinovasi dalam mencari solusi atas persoalan sampah yang hingga kini masih sulit dituntaskan.

Menurut Bupati Edi, pendekatan berupa pemasangan tanda larangan saja belum cukup untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih kreatif, termasuk memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil mengungkap atau mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah sembarangan.

“Coba buat sayembara atau sejenisnya. Misalnya, kalau ada masyarakat yang berhasil mengungkap identitas pembuang sampah di sembarang tempat, lengkap dengan bukti, diberi hadiah Rp10 juta. Siapkan juga dendanya yang sepadan. Sebab tanda larang itu orang tidak akan jera,” ujarnya.

Bupati Edi juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah pada malam hari di sejumlah lokasi. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan pengawasan yang lebih jeli serta strategi penanganan yang tepat.

Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup tidak hanya mengandalkan pola penanganan yang selama ini dilakukan, tetapi mampu melahirkan terobosan yang melibatkan masyarakat secara aktif.

“Hal ini tidak perlu diberitahu, harus tumbuh dan lahir dari kita sendiri. Coba dicek, ada sampah-sampah yang dibuang malam hari di beberapa tempat. Maka kita harus lebih kreatif, lebih jeli,” tegasnya.

Bupati Edi berharap penanganan sampah di Manggarai Barat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran dan gerakan bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.***