
Penulis : Sebinus dan Gery Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui UPTD Balai Latihan Kerja, merupakan jalan pintas untuk menjadi pemandu wisata profesional. Karena itu para peserta diharapkan untuk dapat mengikuti kegiatan ini secara serius hingga tuntas.
Demikian penegasan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, saat memperkenalkan dirinya di hadapan peserta pada acara pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional yang berlangsung di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Manggarai Barat, Senin (2/11/2026) pagi.

Dalam perkenalan dirinya, Aloysius menyapa para peserta, perwakilan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, serta para instruktur senior yang hadir sebagai pemateri pelatihan.
“Untuk kita yang berada di pariwisata, ini adalah kesempatan yang sangat penting. Sangat praktis dan boleh kita katakan ini adalah jalan pintas menuju seorang teman profesional, menuju seorang pramuwisata yang profesional,” ujar Aloysius.
Ia menekankan bahwa pelatihan ini memiliki tujuan untuk mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan generasi muda di Manggarai Barat, khususnya di sektor pariwisata.
“Sehingga kita bukan lagi penonton terhadap gegap gempita kepariwisataan kita, tetapi kita akan terlibat dan menjadi pelaku,” tegasnya.
Aloysius menjelaskan, DPC HPI Manggarai Barat menghadirkan para senior terbaik di bidang kepemanduan sebagai instruktur. Mereka adalah praktisi yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri pariwisata Labuan Bajo.
Adapun instruktur yang dihadirkan antara lain, pemandu bahasa Jerman yang telah puluhan tahun menjadi pemandu di Labuan Bajo, Pak Bona, serta ketua pertama HPI Manggarai Barat, Arie Daru
Menurutnya, para peserta sangat beruntung mendapatkan pembinaan langsung dari para praktisi terbaik tersebut. Para instruktur tersebut disebut sebagai _the best teacher_ di bidang jasa kepemanduan wisata.
Ia memaparkan, ada tiga aspek utama yang akan ditempa dalam pelatihan ini untuk menjadi seorang pramuwisata yang kompeten. Pertama adalah knowledge atau pengetahuan, kedua adalah attitude atau sikap, dan ketiga adalah skill atau keterampilan.
“Jika Anda sudah punya pengetahuan, tetapi tidak memiliki attitude yang baik, maka tidak sempurna. Maka ketiga aspek ini akan disempurnakan untuk membuat Anda menjadi seorang guide yang kompeten,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Aloysius mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah.
“Pemerintah telah memberikan jalan yang luas untuk membantu rekan-rekan menjadi tenaga kerja yang terampil agar kita bisa menikmati pariwisata ini, hingga kita bukan lagi penonton,” pungkasnya.***


