Penulis: Gery Baha & Gonsalez Editor: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Urban Futures (UF) Business Matching telah digelar di Labuan Bajo. Forum itu tidak sekedar ruang temu antara pelaku usaha dan calon pembeli di Manggarai Barat, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat rantai nilai pangan yang berkelanjutan, mengembangkan produk unggulan lokal, serta mendorong ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagaimana disaksikan media ini, kegiatan Urban Futures Business Matching bertema “Connecting Local Food Business to New Opportunity” ini berlangsung di Hub Center Puncak Waringin, Labuan Bajo, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha binaan Program Urban Futures dengan pembeli usaha lokal, sektor perhotelan dan restoran (HOREKA), pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan kewirausahaan hijau dan penguatan ekosistem pangan lokal di Kabupaten Manggarai Barat. Selain menjadi ruang temu antara pelaku usaha dan calon pembeli, forum ini diarahkan untuk memperkuat rantai nilai pangan yang berkelanjutan, mengembangkan produk unggulan lokal, serta mendorong ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, mengapresiasi semangat para pelaku usaha muda yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan momen Business Matching ini sebaik mungkin, membangun strategi, serta tampil percaya diri dalam memperkenalkan produk kepada pelaku HOREKA dan retail.
Menurut Peter, keberhasilan program tidak diukur hanya dari terselenggaranya kegiatan, tetapi ketika peserta mampu mandiri, naik kelas, dan terlibat langsung dalam industri pariwisata serta ekonomi kreatif di Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lahir komitmen kerja sama yang konkret, tidak berhenti pada pertemuan hari itu, tetapi berlanjut menjadi kemitraan nyata yang memperkuat usaha lokal, membuka akses pasar, dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat.
Sementara itu, Program Manager YAKINES, Ferdinandus Mau Manu, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan bisnis, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal. Menurutnya, Manggarai Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan wisata, namun potensi itu belum sepenuhnya berkembang karena keterbatasan akses pasar, teknologi informasi, pendampingan, hingga jejaring kemitraan.

“Melalui program ini, kita ingin mendorong orang muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang ekonomi, inovator, dan penggerak perubahan di lingkungan dan komunitasnya,” ujar Ferdinandus. Ia menegaskan bahwa membangun kewirausahaan orang muda membutuhkan ekosistem yang mendukung, melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga pendidikan.l, ujar Ferdinand
Disisi lain, Direktur Advantierra, Saskia P. Tjokro, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pihaknya percaya bahwa berusaha merupakan salah satu jalan menuju kebaikan. Ia menekankan bahwa proyek ini menghubungkan tiga hal penting, yakni pemuda, ketahanan pangan, dan kemampuan berbisnis sebagai bagian dari aksi masa depan.
“Kami percaya bahwa delapan dari sepuluh jalan menuju kebaikan adalah melalui berusaha. Bisnis yang bagus adalah ketika satu sukses, semuanya sukses,” kata Saskia. Ia juga mengingatkan peserta untuk menghitung biaya dan keringat sendiri dalam berusaha, serta memanfaatkan business matching sebagai akhir dari rangkaian pelatihan dan pendampingan yang telah dijalani.***



