Penulis: Sebinus dan Gery Editor: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN). 9 program kejuruan disasar, mulai dari Perbaikan dan Pemeliharaan AC hingga Kepemanduan Wisata.
Sebagaimana disaksikan media ini, kegiatan pembukaan pelatihan berlangsung di UPTD BLK Manggarai Barat, Senin (2/11/2026), dengan menghadirkan instruktur yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

Kepala UPTD BLK Manggarai Barat, Paskalis Lambut, kepada media ini menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dengan dasar pelaksanaan yang mengacu pada ketentuan ketenagakerjaan dan pelatihan vokasi, serta DIPA BPVP Lombok Timur Tahun Anggaran 2026.
Pelatihan ini dibuka untuk sembilan program kejuruan, yaitu Pengolahan Ikan, Perbaikan dan Pemeliharaan AC, Menjahit Pakaian dengan Mesin, English for Frontliner, Junior Makeup Artist, Mengolah Makanan Komersial, Pembuatan Konten Berbasis Aplikasi Smartphone, Restaurant Service, dan Kepemanduan Wisata.
Ia menjelaskan dari sembilan kejuruan, masing-masing kelas direncanakan diikuti 16 peserta dengan jumlah total keseluruhan peserta 145 orang.
Paskalis menyebut pelatihan ini diigelar dalam rangka untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta, menyiapkan tenaga kerja yang siap kerja, serta membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Manggarai Barat.
Ia juga menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap pelatihan ini cukup tinggi, dengan sebagian peserta berasal dari wilayah Manggarai Barat dan banyak yang mendaftar melalui jalur online.
“Peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan serius dan mengikuti pelatihan sampai selesai,” ujar Paskalis dalam laporannya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai Barat Marselinus Sani Ngarung menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Dinas sedang bertugas ke Kupang sehingga arahan sekaligus pembukaan kegiatan diwakilkan kepadanya. Ia menekankan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini harus didorong oleh motivasi sendiri, bukan karena paksaan pihak lain.
“Pelatihan ini bukan karena dipaksa siapa-siapa, tetapi karena dorongan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, peserta harus konsisten mengikuti seluruh kegiatan sampai ujian kompetensi,” kata Marselinus.
Ia juga berharap pelatihan ini mampu meningkatkan produktivitas peserta, baik yang akan bekerja maupun berusaha mandiri. Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari selesainya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan lulusan memperoleh pekerjaan atau membuka usaha sehingga dapat menekan angka pengangguran di daerah.
Kegiatan kemudian resmi dibuka, ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta. Pelatihan diharapkan berjalan sesuai jadwal dan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin hingga selesai.***



