Home Berita Terkini Tegaskan Kembali Soal Disiplin, Bupati Edi : Tak Ada Orang Sukses Tanpa...

Tegaskan Kembali Soal Disiplin, Bupati Edi : Tak Ada Orang Sukses Tanpa Disiplin

0
24
Bupati Edi saat menyampaikan amanat. (Foto : Dok Prokopim)
Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, tidak pernah berhenti memberi penegasan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Manggarai Barat bahwa disiplin itu adalah fondasi paling dasar dalam menukseskan seluruh pekerjaan. Tidak ada orang sukses tanpa dilandasi kedisiplinan.

Penegasan ini disampaikan Bupati Edi dalam amanatnya pada Apel Kesadaran, yang berlangsung di halaman kantor bupati, Senin (2/11/2026) pagi.

ASN di Mabar saat mengikuti Apel Kekuatan di halaman kantor bupati. (Foto : Dok. Kominfo Newsroom)

Penegasan terkait kedisiplinan untuk seluruh ASN, itu sekaligus menjadi momentum evaluasi kinerja seluruh jajaran pemerintah daerah menjelang akhir tahun anggaran.

“Kita berada di organisasi apapun, disiplin menjadi hal utama dan dasar untuk sukses. Tak ada seorang yang sukses kalau tidak disiplin,” tegas Bupati Endi di hadapan para pimpinan dan staf SKPD.

Bupati menilai disiplin sering kali hanya menjadi wacana yang mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan. Karena itu, ia meminta para pimpinan SKPD merekam dan mendokumentasikan rekam jejak kedisiplinan staf, tidak hanya soal waktu masuk dan pulang, tetapi juga bukti kerja yang konkret.

“Semua orang itu menjadi pura-pura lupa dalam tataran pelaksanaannya. Saya harap sekali para pimpinan SKPD punya rekaman terkait rekam jejak kedisiplinan staf. Tidak hanya soal waktu, kapan masuk, kapan kerja, ini harus dibuktikan dan didokumentasikan di SKPD,” pintanya.

Dalam apel tersebut, Bupati juga menyoroti sejumlah persoalan mendesak. Pertama, masih ada kegiatan yang belum tuntas di tahun berjalan. Ia meminta percepatan langkah agar seluruh kegiatan tuntas paling lambat 29 Desember, lebih cepat dari batas normal 31 Desember, terutama menjelang penutupan anggaran.

Kedua, persoalan sampah yang dinilainya sulit dituntaskan. Bupati meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) berinovasi, termasuk mewacanakan hadiah uang Rp10 juta bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan sebagai bentuk efek jera, di samping menyiapkan sanksi denda.

“Biar kamu pasang seribu kali tanda larang, kalau tidak ada efek jera ya susah. Kalau 10 juta kurang, naikkan. Siapkan dendanya untuk membuat orang jera,” ujarnya.

Ketiga, maraknya ternak sapi dan kambing yang berkeliaran yang mengganggu ketertiban. Bupati meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meningkatkan pengawasan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan bank, dan menindak tegas pemilik ternak.

Terakhir, Bupati menuntut hasil evaluasi PPPK paruh waktu paling lambat pukul 13.00 hari itu, lengkap dengan kertas kerja, sebagai bentuk nyata kedisiplinan dalam tata kelola pemerintahan. “Bagaimana kita bisa bicara sukses berprestasi kalau tidak dilandasi disiplin,” tutupnya.***