Penulis : Gery Baha Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan, Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Melalui kegiatan ini kompetensi para pengelola data kesejahteraan sosial di tingkat desa/kelurahan dapat diperkuat.
Sebagaimana disaksikan InfoMabar, kegiatan pelatihan ini berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi para pengelola data kesejahteraan sosial di tingkat desa/kelurahan ini diikuti oleh perangkat desa/operator SIKS-NG dari 169 desa dan kelurahan se-Kabupaten Manggarai Barat.
Dengan pemahaman yang baik tentang SIKS-NG, diharapkan akurasi dan kecepatan dalam mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dapat meningkat, yang pada akhirnya mendukung ketepatan sasaran program bantuan sosial pemerintah.
Kepala Dinsos P3A Manggarai Barat, Marselinus Jebarus, secara resmi membuka pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran operator desa dalam mengimplementasikan sistem ini.
“Kegiatan ini sangat penting untuk kita laksanakan dan kita tindaklanjuti di tingkat desa dan kelurahan. Saya mengucapkan terima kasih atas antusiasme teman-teman yang hadir,” ujar Marselinus.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Bencana Alam pada Dinsos P3A, sekaligus sebagai narasumber kegiatan, Regina Y.K Jalu, S.E., memandu sesi praktik langsung penggunaan aplikasi SIKS-NG. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai fitur terbaru dan mekanisme perekaman data, termasuk cara mengusulkan penambahan keluarga baru yang memenuhi syarat ke dalam DTKS.

“Kita harus proaktif mengusulkan warga yang layak. Untuk usulan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, perhatikan kriteria seperti usia anak yang masih sekolah atau adanya ibu hamil dengan surat keterangan dari puskesmas,” jelas Regina.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk berhati-hati dan akurat dalam melakukan penilaian serta kunjungan rumah saat menginput data, guna memastikan tidak ada warga yang tertinggal atau salah sasaran.
SIKS-NG sendiri adalah aplikasi nasional milik Kementerian Sosial (Kemensos) yang berfungsi sebagai alat manajemen informasi kemiskinan yang efisien dan terpadu. Melalui sistem ini, data kemiskinan di setiap desa dan kelurahan dapat diinput dan diperbarui secara lebih sistematis.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Dinsos P3A Manggarai Barat berharap seluruh operator dapat mengoptimalkan penggunaan SIKS-NG, sehingga kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan di daerah tersebut dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.***


