Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniPemkab Mabar Dukung Penuh Program EmPower Untuk Tata Kelola Iklim, Energi, dan...

Pemkab Mabar Dukung Penuh Program EmPower Untuk Tata Kelola Iklim, Energi, dan Kesetaraan Gender

Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memberi dukungan yang penuh terhadap pengembangan program EmPower untuk tata Kelola iklim, energi, dan kesetaraan gender yang diterapkan di Manggarai Barat. Jika program ini berakhir pada tahun 2027, Pemkab mabar berharap agar keberlanjutanya tetap dijaga.

Penegasan ini disampaikan Kepala Bappeda Manggarai Barat, Peter A. Rasyid saat membuka kegiatan Membangun Forum Inklusif bertema Penguatan MSF untuk Tata Kelola Iklim, Energi dan Kesetaraan Gender di Manggarai Barat, yang berlangsung di Aula Hotel Green Prundi, Jum’at (21/11/2025) pagi.

Kepala Bappeda, Peter A. Rasyid (kanan) saat menyampaika sambutan. (Foto : Ferdy Jemaun)
Kepala Bappeda, Peter A. Rasyid (kanan) saat menyampaika sambutan. (Foto : Ferdy Jemaun)

Kegiatan ini dilangsungkan dalam rangka memperkuat tata kelola iklim, energi, dan kesetaraan gender di Manggarai Barat. Diinisiasi oleh Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) bekerja sama dengan Women Research Institute (WRI), dan didukung oleh UN Women.

“Pemkab Manggarai Barat sangat mendukung program ini! Tapi perlu saya tegaskan bahwa konsep keberlanjutan harus dijaga betul. Sebab program ini akan berakhir pada tahun 2027. Mari kita hilangkan mental program! Program boleh berakhir, tapi keberlanjutan harus kita jaga,” tegas kepala Bappeda yang kerap di sapa Peter ini.

Selain itu, Kaban Peter juga berharap agar program yang lokusnya hanya ada di 2 desa, yakni Desa Golo Lewe Kecamatan Kuwus Barat dan Desa Lalong Kecamatan Lembor Selatan, bisa diperluas dengan menjangkau desa-desa lainnya di Manggarai Barat.

Keterkaitan Erat Perubahan Iklim dan Kerentanan Perempuan

Kegiatan ini mengangkat tema besar tentang keterkaitan erat antara krisis iklim dan peningkatan kerentanan perempuan, termasuk Kekerasan Berbasis Gender (KBG). Sita Aripurnami, Direktur Executive Women Research Institute (WRI)/Lead Konsorsium untuk project EMPOWER, dalam pemaparannya menyoroti data yang mengkhawatirkan dimana perubahan iklim memperburuk beban berlapis yang ditanggung perempuan, membatasi mobilitas, dan memicu krisis ekonomi yang dapat meningkatkan risiko kekerasan, baik secara seksual, ekonomi, psikologis, maupun struktural .

Studi terbaru WRI dan LBH APIK (2025) juga menunjukkan peningkatan KBG di wilayah-wilayah yang terdampak konflik agraria, tambang, dan perubahan iklim di kawasan pesisir . Meski menghadapi kerentanan yang tinggi, peran perempuan sebagai agen perubahan dalam aksi iklim justru sangat strategis, karena perempuan memiliki pengetahuan lokal yang kaya dalam pengelolaan sumber daya alam, konservasi, ketahanan pangan, dan penanganan bencana .

Menuju Masa Depan Mabar Yang Berkelanjutan

Melalui dialog penguatan MSF ini, diharapkan dapat terbentuk rekomendasi dan komitmen bersama yang konkret untuk mendukung kepemimpinan perempuan dalam aksi iklim serta mengintegrasikan pencegahan KBG ke dalam kebijakan adaptasi iklim dan transisi energi yang berkeadilan .

Peserta dan fasilitator kegiatan saat foto bersama. (Foto : Dok. Yakines)
Peserta dan fasilitator kegiatan saat foto bersama. (Foto : Dok. Yakines)

Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini menekankan bahwa integrasi perspektif gender dan peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di sektor iklim dan energi bukan hanya sebuah keharusan, tetapi juga kunci untuk menciptakan solusi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan .

Dukungan dari UN Women pada program EmPower ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lokal dan memastikan bahwa upaya-upaya yang dilakukan tidak berhenti pada tahun 2027, tetapi benar-benar dapat berkelanjutan dan menjangkau seluruh desa di Manggarai Barat, sebagaimana diharapkan oleh Kepala Bappeda Petrus A Rasyid.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis menuju transformasi sistem yang adil dan berkelanjutan di Manggarai Barat, dengan memastikan bahwa isu iklim, energi, dan kesetaraan gender menjadi bagian integral dalam pembangunan daerah.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments