Kamis, Juni 4, 2026
BerandaTak BerkategoriSadari Keterbatasan Anggaran Pemda, Warga Golo Karot Gotong Royong Perbaiki Akses Jalan...

Sadari Keterbatasan Anggaran Pemda, Warga Golo Karot Gotong Royong Perbaiki Akses Jalan Ke Persawahan

Penulis : Ferdy Jemaun

Lembor, InfoMabar,- Kesadaran akan terbatasnya kemampuan anggaran pemerintah daerah, tidak menyurutkan semangat warga untuk memiliki infrastruktur yang layak. Di Kampung Golo Karot, Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, warga membuktikan bahwa kemandirian dan kebersamaan adalah kunci utama mengatasi persoalan di lingkungan sendiri. Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu memperbaiki ruas jalan yang merupakan akses utama menuju area persawahan.

Inisiatif mulia ini diprakarsai oleh Tua Golo setempat, Alfons Ngaban, karena kondisi ruas jalan yang kian memprihatinkan. Beberapa titik ruas jalan mengalami kerusakan parah, menyulitkan warga yang setiap hari harus melintas untuk menggarap lahan pertanian mereka.

Warga Golo Karot secara gotong royong memperbaikai akses jalan pertanian. (Foto : Timo/Warga)

“Jalan ini adalah urat nadi bagi kami para petani di sini. Setiap hari dilalui, apalagi saat musim panen. Kerusakan parah di beberapa titik membuat akses menjadi sulit, bahkan berbahaya,” ujar Alfons Ngaban, yang dihubungi InfoMabar melalui  selulernya, Minggu (22/02/2026) pagi.

Menurut Alfons, 4 Tua Suku di kampung itu, yakni Suku Karot, Suku Lenteng, Suku Manu dan Suku Lentang, memberi dukungan penuh untuk sukseskan kerja gotong royong itu.

Mendapat dukungan penuh dari 4 Tua Suku, kerja bakti besar-besaran pun digelar. Tanpa menunggu instruksi lebih lanjut, warga secara swadaya mengumpulkan dana untuk membeli material sirtu (pasir dan batu). Setelah dana terkumpul, secara bergotong royong pula mereka mengerjakan perbaikan di titik-titik ruas jalan yang rusak, mulai hari Sabtu (21/02/2026) pagi.

Beberapa tahun sebelumnya, jalan ini dikerjakan secara swadaya dan didanai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Pertanian, karena statusnya adalah jalan usaha tani.

Timoteus Naka Purnama, tokoh pemuda setempat mengakui bahwa untuk perbaikan dan peningkatan kwalitas jalan itu, warga pernah mengusulkanya kepada pemerintah melalui Musrenbangdes.

“Kami sudah berupaya mengusulkan peningkatan pembangunan jalan ini kepada pemerintah melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Namun, kami juga sadar dan maklum bahwa kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini memiliki keterbatasan,” ungkap Timoteus.

Warga Golo Karots sedang beristirahat setelah bekerja. (Foto : Timo/warga)

Kesadaran itulah yang kemudian memicu semangat untuk tidak hanya berdiam diri dan menunggu. Warga sepakat bahwa perbaikan akses menuju sawah adalah kebutuhan yang mendesak dan tidak bisa ditunda terlalu lama.

“Daripada terus menunggu, kondisi jalan akan makin parah, lebih baik kita kerjakan sendiri dulu semampu kita. Inilah wujud nyata kepedulian kita terhadap kepentingan bersama,” tambah Timoteus.

Kegiatan gotong royong ini pun berlangsung penuh keakraban. Dengan peralatan seadanya, para pria mengeruk material, sementara kaum perempuan turut menyiapkan konsumsi dan membantu pekerjaan ringan. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terpelihara kuat di tengah masyarakat Golo Karot.

Dengan selesainya perbaikan darurat di sejumlah titik rusak, warga kini dapat kembali beraktivitas dengan lebih lancar. Semangat kemandirian ini bisa menjadi contoh dan layak diberikan apresiasi.

Mereka berharap, ke depannya, pembangunan yang lebih permanen tetap dapat direalisasikan oleh pemerintah.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments