Senin, Juni 22, 2026
BerandaBerita TerkiniPGRI Mabar Diharapkan Dapat Membantu Mengurai Masalah Pendidikan di Mabar

PGRI Mabar Diharapkan Dapat Membantu Mengurai Masalah Pendidikan di Mabar

Penulis: Mathildis Riberu dan Sebinus Abel 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Sebagai mitra strategis pemerintah, Persatuan Guru Repoblik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat, diharapkan dapat membantu mengurai berbagai persoalan dalam bidang pendidikan. Bantuan itu bisa dimulai dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme guru.

Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, saat membuka kegiatan Konferensi Kerja I Tahun 2026 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat, Masa Bakti 2025–2030, yang berlangsung di Aula Training Centre Kopdit Suka Damai, Senin (22/06/2026).

Konferensi Kerja I PGRI Mabar. (Foto : Bion)

Dalam sambutanya, Agustinus menekankan pentingnya solidaritas guru dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

“Dengan solidaritas yang kuat, guru mampu mengatasi berbagai isu ataupun permasalahan yang ada. Harapan saya kiranya ke depan, setiap guru wajib masuk dalam wadah PGRI ini sehingga wadah ini dapat memperjuangkan nasib para guru.”

Menurutnya, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi pendidik dan pelayan yang baik bagi peserta didik. Ia menilai PGRI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Mari dalam konferensi ini, rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah mampu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme guru. Program ke depan adalah penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan bagi guru maupun kepala sekolah. Tahun depan juga akan dilakukan pelatihan bagi guru pengampu Muatan Lokal.”

Agustinus Gias berharap konferensi ini menjadi wadah evaluasi dan perencanaan untuk menjawab kebutuhan pendidikan, memperkuat organisasi guru, serta mempertegas komitmen bersama terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Manggarai Barat.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Manggarai Barat, Kornelis Joni, mengajak seluruh guru menjadikan PGRI sebagai rumah bersama dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru.

Ketua PGRI Mabar, Kornelis Joni, saat menyampaikan sambutan. (Foto : Bion)

Menurutnya, terdapat tiga kata kunci penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, yakni adanya wadah, pengelolaan organisasi yang baik, dan tanggung jawab bersama.

“Kita membutuhkan wadah, dan kita memilih PGRI sebagai wadah kita. Wadah ini harus dikelola dan ditata dengan baik, dan yang bertanggung jawab untuk itu adalah kita semua.”

Ia menegaskan bahwa ukuran profesionalisme seorang guru tidak hanya dilihat dari administrasi atau dokumen, tetapi dari kualitas peserta didik yang dihasilkan.

“Apa aksi kita sebagai guru yang profesional? Kinerja kita terlihat dari kualitas murid-murid. Indikator pendidikan yang bermutu adalah apakah murid-murid menikmati proses pendidikan yang kita lakukan.”

Kornelis Joni mengajak seluruh anggota PGRI untuk merefleksikan berbagai persoalan yang masih dihadapi dunia pendidikan, terutama terkait kesejahteraan guru dan kualitas layanan pendidikan.

“Isu yang paling banyak muncul adalah kesejahteraan dan kualitas yang diberikan guru. Mari kita kolaborasikan kedua hal tersebut. Martabat guru diukur dari apa yang keluar dari seorang guru.”

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan perlindungan guru dari tindakan kekerasan, pemerataan distribusi guru, serta perlunya penguatan organisasi sebagai sarana perjuangan dan advokasi bagi tenaga pendidik.

“PGRI Manggarai Barat mempunyai kewajiban untuk mengaspirasikan hak-hak guru. Karena itu, penguatan organisasi menjadi sangat penting agar suara guru dapat diperjuangkan secara lebih efektif.”

Di akhir sambutannya, Kornelis Joni berharap hasil konferensi dapat menghasilkan program-program yang nyata dan memberikan dampak positif bagi guru maupun peserta didik.

“Semoga buah dari konferensi hari ini dapat berdampak baik bagi guru dan juga anak-anak didik kita, sehingga pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat semakin maju dan bermutu.”

Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya menjadi forum evaluasi organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk membahas berbagai isu pendidikan berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan.

Melalui rekomendasi yang dihasilkan, PGRI diharapkan semakin kuat sebagai organisasi profesi yang mampu memperjuangkan kesejahteraan guru, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments