Jumat, Juli 10, 2026
BerandaBerita TerkiniPertumbuhan Ekonomi 7,96% di Mabar Belum Berdampak Luas, Sinergi Dengan Gereja Jadi...

Pertumbuhan Ekonomi 7,96% di Mabar Belum Berdampak Luas, Sinergi Dengan Gereja Jadi Salah Satu Harapan

Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat pada tahun 2025 tercatat sebesar 7,96% dan merupakan yang tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Walau demikian, pertumbuhan tersebut dinilai belum memberikan efek kesejahteraan yang signifikan bagi sebagian besar masyarakat. Karena itu, bersinergi dengan gereja menjadi salah satu harapan.

Fakta ini terungkap dari keterangan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam pidatonya pada kegiatan Penutupan Sidang Pastoral, Puncak Natal 2025 Keuskupan Labuan Bajo, dan peringatan HUT ke-40 Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, yang berlangsung di Aula Youth Centre Labuan Bajo, Jumat (9/1/2026).

Bupati Edi saat menyampaikan sambutan.
Bupati Edi saat menyampaikan sambutan.

Pada kesempatan itu, Bupati Edi mengungkapkan optimisme sekaligus tantangan besar dalam perekonomian daerah.

“Angka pertumbuhan hampir 8% ini ternyata faktor terbesarnya disumbangkan oleh sektor sekunder. Sayangnya, fakta iitu tidak memberikan efek yang luar biasa untuk rakyat di kabupaten ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa 79,82% profesi masyarakat adalah petani, namun sektor primer seperti pertanian dan peternakan belum memberikan kontribusi signifikan terhadap angka pertumbuhan tersebut.

Oleh karena itu, Bupati menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, untuk mengatasi kesenjangan ini. “Kami mengajak, mari mengisi apa yang menjadi kekurangan pemerintah. Jangan biarkan kami ada kekurangan, mohon kami disuburkan dan diingatkan,” kata Bupati, yang secara khusus menyebut peran vital para imam, suster, bruder, dan frater yang berada di garis depan dan memahami kondisi umat yang juga adalah rakyat.

Bupati Edi bersama Uskup Labuan Bajo dan sejumlah pejabat gereja
Bupati Edi bersama Uskup Labuan Bajo dan sejumlah pejabat gereja

Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong program Strategi Pangan (MBG) yang digalakkan oleh pemerintahan pusat. Bupati berharap para pemimpin umat dapat mengedukasi dan meyakinkan masyarakat untuk aktif dalam program tersebut, seperti menanam sayur dan buah-buahan.

“Jangan sampai seluruh bahan baku dari MBG itu kita dapatkan dari luar,” tegasnya. Ia juga menjamin bahwa pemasaran dan penyerapan hasil pertanian akan difasilitasi melalui dapur-dapur yang tersebar di kabupaten dengan pembayaran langsung.

Optimisme ke depan tetap dinyatakan. Bupati meyakini jika terjadi kolaborasi yang erat, pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat di tahun-tahun mendatang dapat mencapai dua digit. “Karena sektor primer yang dominansinya itu pertanian, peternakan, belum memberikan kontribusi yang signifikan. Tahun 2026 ini adalah tahun sinergi,” serunya.

Ia menutup dengan harapan agar sukacita Natal dan tahun baru membawa kemajuan dan kebahagiaan yang nyata bagi seluruh rakyat Manggarai Barat. Acara yang bernuansa pastoral tersebut akhirnya menjadi ruang untuk menyatukan visi antara kepemimpinan daerah dan agama dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments